Senin, 02 September 2019

Serunya Pesta Demokrasi Desa

Beberapa minggu terakhir ini, ada sesuatu yang sangat menarik perhatian saya saat masuk ke beranda akun sosial media. Di sana saya mendapatkan konten maupun gambar yang memperlihatkan keseruan kampanye menjelang “Pesta Demokrasi” di tingkat desa.

Tidak hanya ffigur Calon Kepala Desa yang ramai diperbincangkan. Yang tak kalah seru adalah persaingan ketat antar Calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kedudukan BPD di era otonomi ini cukup bergengsi memang, karena ia menjadi semacam “parlemen” pemerintahan desa. BPD menjadi sebuah lembaga perweujudan demokrasi di pemerintahan desa.

Alat Peraga Kampenye (APK) yang ditampilkan juga tak kalah kreatif dengan APK yang digunakan oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) maupun Calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2019 yang lalu. Ada yang memasang baliho beserta visi dan misi, ada yang membuat video kampanye, ada yang menggunakan pster dengan disain kekinian.

Kalau dulu, figur calon kepala desa maupun calon anggota BPD lebih didominasi oleh kaum sepuh, sekarang malah sebaliknya, lebih banyak diwarnai oleh kalangan muda. Di antara sekian deretan pemuda dan pemudi hebat yang bertarung, ada sejumlah kawan yang saya kenal baik. Mereka memiliki reputasi dan prestasi yang cukup baik sebagai modal untuk mengelola pemerintahan desa.

Ada kawan yang sudah lama malang melintang di dunia LSM. Ada yang dari kalangan jurnalis. Ada yang dulu aktif di dunia gerakan mahasiswa. Ada pula yang dari pentolan organisasi kepemudaan, dan lain-lain. Tentu saja ini menjadi kabar gembira bagi demokrasi sekaligus memberikan harapan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa yang lebih baik.

Keterlibatan kaum muda dalam kontestasi kepemimpinan desa menjadi jawaban atas minimnya kehadiran pemimpin mumpuni di desa. Desa memerlukan figur-figur kreatif untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat. Sebab pemerintahan desa adalah ajung tombak dari pemerintahan sebuah negara. Apabila seluruh desa melayani dengan baik, maka sudah tentu pelayanan negara menjadi baik.

Mari kita kawal bersama “Pesta Demokrasi di Desa. Proses pemilihan Kepala Desa maupun pemilihan anggota BPD harus dilaksanakan dengan Jujur, Adil, Langsung Umum, Bebas, dan Rahasia (JURDIL LUBER). Bila pelaksanaan demokrasi di tingkatan desa baik, maka baik pula pelaksanaan demokrasi dalam satu negara. Semoga!

This Is The Newest Post
Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon