Rabu, 07 Februari 2018

Tim Zul Rohmi Akhirnya Menemui Sahabat Saya Ridho

Pertemua dengan Tim Zul Rohmi

Mata Ridho tampak bekaca-kaca. Intonasi bicaranya naik turun. Pertemuan yang dinanti akhirnya tiba jua. Ia seolah mencurahkan semua kesedihan terpendam akibat musibah yang dialaminya.

Baca: Kawan Saya Jadi Korban Baliho Cagub NTB

Tadi malam (7/2/2018) tim pasangan Cagub NTB Zul Rohmi akhirnya bersedia datang menemui Ridho dan keluarganya. Pertemuan berlangsung di tempat saya, komplek pertokoan Pasar Kediri.

Pertemuan ini sangat berarti bagi Ridho dan keluarga, sebab telah lama ia berusaha mencari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas peristiwa nahas yang menimpa keluarganya.

Baca: Korban Baliho Zul Rohmi Menjerit, Tim Berkelit

Saya selaku fasilitator menjelaskan kepada tim Zul Rohmi dan keluarga Ridho, bahwa tujuan mempertemukan kedua belah pihak semata-mata berangkat dari niatan baik untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Rombongan Tim Zul Rohmi yang dipimpin saudara Ichan mendengarkan secara seksama cerita Ridho tentang peristiwa yang dialaminya. Seperti yang menjadi keinginana Ridho sebelumnya, bahwa tujuan bertemu tim Zul Rohmi tak lain yakni agar mereka mendengarkan apa yang dialami keluarganya.

Usai mendengarkan cerita Ridho, Ichan menyampaikan bahwa sebetulnya malam ini, Dr. Zulkieflimansyah sendiri akan hadir. Namun, karena ada sesuatu dan lain hal yang tak bisa ditinggalkan, akhirnya diwakilkan oleh tim.

Tim Zul Rohmi sendiri tidak menyangkal peristiwa yang menimpa keluarga Ridho. Juga tidak mencari kambing hitam atas peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, mewakili pasangan Cagub NTB Zul Rohmi, tim menyampaikan permohnan maaf atas apa yang menimpa keluarga Ridho.

Selain itu, tim menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas musibah yang menimpa keluarga Ridho. Tim juga menyampaikan titipan pasangan cagub NTB Zul Rohmi sekedar untuk mengganti biaya pengobatan istri Ridho.

Sebelum pertemuan berakhir saya tegaskan kembali kepada tim Zul Rohmi bahwa tujuan saya memposting peristiwa yang dialami sahabat saya Ridho sebelumnya, tidak bermaksud mendiskreditkan pasangan Zul Rohmi. Namun semata-mata memanfaatkan kanal sosial media secara positif.

Bahwa sosial media sebagai ruang komunikasi harus betul-betul dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi agar mudah diketahui oleh publik. Dengan demikian pihak-pihak yang disasar lebih cepat tanggap.

Dengan berbesar hati, tim Zul Rohmi justeru menyampaikan ucapan terimakasih atas informasi yang saya sampaikan melalui media sosial.

“Kami merasa terbantu dari adanya informasi tersebut. Tanpa itu, mungkin kami tidak akan pernah tahu peristiwa ini. Jangan sampai karena ketidaktahuan membuat kami lalai terhadap tanggung jawab,” tutur Ichan.

Saya juga menyampaikan kepada tim Zul Rohmi bahwa atas informasi yang saya sampaikan melalui blog pribadi saya, tak lepas dari adanya upaya-upaya pihak lain yang ingin menggoreng isu tersebut.

Beberapa orang coba menghubungi saya. Saya tolak. Karena bukan itu tujuan saya. Melainkan semata-mata mencari jalan damai atas apa yang menimpa sahabat saya Ridho.

Bagi saya, mungkin luka di kepala istri sahabat saya Ridho akan sembuh dalam sebulan dua bulan. Tetapi jika masalah ini tidak diselesaikan, maka luka batin akan dibawa mati.

Sekali lagi saya sampaikan kepada kedua belah pihak, ini bukan soal remeh-temeh baliho roboh dan menimpa orang. Tidak hanya bicara soal teknis. Baliho roboh bisa didirikan kembali. Badan luka bisa diobati. Tetapi merekatkan hubungan antar sesama itu yang paling penting.

Dan seperti yang diharapkan, pertemuan berlangsung damai dalam suasana kekeluargaan. Tak ada lagi dendam. Tak ada lagi kekesalan yang tertinggal di hati. Keluarga Ridho, Saya dan Tim Zul Rohmi mengakhiri pertemua dengan wajah tersenyum. [MK]

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon