Senin, 26 Februari 2018

Pengertian Aktivis

Ilustrasi Aktivis

Uraian berikut merupakan satu-kesatuan dari ulasan sebelumnya. Untuk memahami isi tulisan secara utuh, sempatkanlah menengok kembali tulisan sebelumnya dengan judul: Aktivis Medsos, So What!

Medsos nyata memengaruhi kehidupan sosial. Ia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi Medsos menjadi alat yang cukup masif untuk menata dunia yang lebih baik.

Di sisi lain, Medsos juga dapat menjadi alat yang sangat ampuh dalam meluluhlantahkan tatanan sosial. Pertanyaannya kemudian, aktivis (pegiat sosial) di mana akan memosisikan diri?

Saya terlebih dahulu ingin mengajak pembaca sekalian menyamakan persepsi tetang pengertian aktivis. Pengertian sebagaimana dipahami secara umum.

Memang belum ada pengertian baku tentang aktivis. Dan mereka yang tergolong aktivis sendiri tidak pernah ada yang mengaku sebagai aktivis. Sebab aktivis bukanlah gelar akademik.

Predikat aktivis pada awalnya disandang oleh kelompok mahasiswa. Kelompok ini juga dijuluki sebagai “agent of change” yang berarti agen perubahan. Oleh karena mereka memiliki pengetahuan lebih dari kelompok masyarakat lainnya.



Pada intinya, pengertian aktivis di sini mengacu pada kelompok intelektual yang melakukan berbagai aktivitas sosial maupun politik dalam menegakan keadilan dan serta mewujudkan kesejakteraan rakyat.

Seiring dengan semakin berkembangnya kelompok intelektual berkesadaran sosial, predikat aktivis mengalami perluasan. Tidak hanya kelompok intelektual, mereka yang mewakafkan sebagian waktunya untuk kerja-kerja sosial pantas mendapat predikat aktivis.

Aktivis tidak hanya disandang oleh kelompok mahasiswa, tetapi juga bagi pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Jurnalis, guru terpencil, seniman, dan lain-lain. Pada intinya predikatat aktivis disadang oleh setiap orang yang secara konsisten bekerja untuk perubahan sosial ke arah yang lebih baik.

Aktivis melakukan berbagai macam kegiatan. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu kelompok masyarakat lemah.

Bantuan tersebut misalnya pembelaan terhadap berbagai kasus yang dihadapi masyakat awam; pendidikan penguatan kesadaran hak-hak sipil masyarakat sebagai warga negara; dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Aktivis melakukan pembelaan dan pemberdayaan di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Ada yang menggeluti bidang lingkungan, bidang hukum dan HAM, bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pertanian dan kelautan, bidang ekonomi, bidang perempuan dan anak, bidang informasi publik, bidang perlindungan konsumen, bidang agraria, bidang ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Lantas pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan oleh aktivis baik perorangan maupun secara berkelompok melalui Medsos?



Sebelum sampai pada pembahasan ini, saya ingin menyampaikan kutipan pernyataan Adian Napitupulu, salah satu tokoh kunci aktivis Reformasi 1998.

ATAS NAMA RAKYAT

Hanya Bercerita Tentang sebuah pengalaman di Negeri Antah Berantah.

Dalam sebuah Diskusi dgn beberapa mahasiswa dari beberapa universitas, mereka berkali-kali menyampaikan kalimat2 keras dan kritis yg kesemuanya diawali, diselingi atau di akhiri "ATAS NAMA RAKYAT".

Kalimat yg membuat bulu kuduk berdiri dan hati saya bergetar.

Selesai pernyataan dan pertanyaan heroik itu, saya balik bertanya, kalian pernah mengorganisir Rakyat? Pernah mengadvokasi Rakyat? Dan mereka menjawab "Belum pernah"

Dizaman kami, untuk berkata "Atas nama Rakyat" tidak lah mudah. Hak untuk berkata "Atas nama Rakyat" tidak serta merta lahir karena status mahasiswa, tidak lahir karena gemerlap jaket almamater. Tidak lahir bagai mantra seketika selesai kita membaca buku2.

Untuk berani berkata "Atas nama Rakyat" dulu kami awali dgn turun berjuang bersama Rakyat dalam pendampingan kasus2 Rakyat. Di Jogja ada kedung Ombo, di Bandung ada Cibereum, Di Bogor ada Cimacan, Tapos dan SUTET di Garut ada Selecta, di Bali ada Serangan dan BNR, di Jakarta ada kasus2 PKL dan Rakyat yg digusur.

Untuk berkata "Atas Nama Rakyat" maka dulu kami mulai dgn mengorganisir Buruh di pabrik2, memperjuangkan hak atas upah, hak berorganisasi hingga cuti hamil.

Dari pendampingan Rakyat yg bertahun itulah kami memahami apa itu penderitaan, kemiskinan, penindasan dan ketidak adilan. Dari kasus2 Rakyat itu keberpihakan dan cinta lahir. Dari pendampingan Rakyat itu kami merasakan sakitnya dipukuli aparat, pongahnya birokrasi dan kejamnya negara. Ya, semua proses itu yg memberikan kami kekuatan moral untuk berani berkata "ATAS NAMA RAKYAT!"

Kami memahami Penderitaan bukan dari buku tapi dari apa yg kami jalani, kami memahami sakit bukan dari cerita tapi karena dipukuli aparat setiap hari, kami bicara kemiskinan tidak dari tulisan di media massa tp dari keras dan apeknya butiran nasi yg kami makan. Kami bicara keadilan bukan mengutip kata2 para Profesor tapi karena kami hidup dan berdiri di pihak Rakyat yg di dzolimi.

(Di kutip dari selebaran yang di tulis Adian Napitupulu, tahun 2001)




Dari uraian Bung Adian Napitupulu di atas, ada beberapa pokok pikiran yang sangat erat kaitannya dengan label aktivis, yakni:
  1. Aktivis adalah mereka yang pernah mengorganisir dan dan mengadvokasi rakyat.
  2. Aktivis tidak serta-merta lahir hanya kerana predikat mahasiswa dan gemerlapnya jaket almamater.
  3. Aktivis tidak sekedar muncul begitu saja setelah membaca beberapa buku.
  4. Aktivis mesti turun berjuang bersama rakyat dalam pendampingan kasus-kasus rakyat.
  5. Dari pendampingan rakyat yang bertahun-tahun itulah, aktivis memahami apa itu penderitaan, kemiskinan, penindasan dan ketidakadilan.
  6. Dari kasus-kasus rakyat itu memunculkan keberpihakan dan cinta akan lahir.
  7. Dari pendampingan rakyat itu aktivis merasakan sakitnya dipukuli aparat, pongahnya birokrasi dan kejamnya negara.
  8. Aktivis memahami Penderitaan bukan dari buku tapi dari apa yang dijalani.
  9. Aktivis memahami sakit bukan dari cerita tapi karena dipukuli aparat setiap hari.
  10. Aktivis bicara kemiskinan tidak dari tulisan di media massa tapi dari keras dan apeknya butiran nasi yang dimakan.
  11. Aktivis bicara keadilan bukan mengutip kata-kata para Profesor tapi karena aktivis hidup dan berdiri di pihak Rakyat yang dizolimi.
Pembaca yang budiman, dari uraian di atas, terkait fenomena Medsos dan pengertian-pengetian dasar aktivis cukup sebagai pijakan untuk membahas apa yang bisa dilakukan aktivis di Medsos.

Bersambung ke : Aktivis Zaman Now 
Kembali ke :  Aktivis Medsos, So What!

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon