Minggu, 01 Januari 2017

Taman Narmada, Situs Sejarah Peninggalan Hindu di Lombok

Keindahana Taman Narmada yang selalu memikat.

Taman Narmada adalah salah satu cagar budaya peninggalan sejarah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya berada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Taman dengan luas sekitar 3 hektar ini dibangun pada tahun 1727, masa pemerintahan Raja Anak Agung Ngurah Karangasem. Pembangunan Taman Narmada selain sebagai tempat peristirahatan raja, juga dimaksudkan sebagai tempat pemujaan Dewa.

Raja dan umat Hindu pada zaman itu biasanya melakukan ritual Pujawali di puncak Gunung Rinjani. Kala itu mereka harus mendaki sejauh 3.726 meter untuk mencapai puncak Gunung Rinjani.

Berhubung usia sang raja semakin tua, fisiknya pun sudah tak sanggup lagi untuk melakukan pendakian. Maka dikumpulkanlah para arsitek istana untuk membuat taman dengan nuansa Gunung Rinjani.

Nama Narmada diambil dari nama anak sungai Gangga, yakni sungai yang disucikan umat Hindu di India. Penataan Taman Narmada dibuat sebagai replika Gunung Rinjani. Di bagian tengahnya terdapat kolam selayaknya Danau Segara yang ada di puncak Gunung Rinjani. Kolam ini diberi nama Telaga Ageng.

Saat pertama memasuki Taman Narmada, anda akan menjumpai bangunan yang berbentuk rumah pagung disebut Bale Terang. Bagunan ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan raja dan permaisuri. Di bagian bawah bagunan, dulu digunakan sebagai gudang penyimpanan senjata para prajurit kerajaan.

Di atas Telaga Ageng terdapat Pura Narmada. Pura ini termasuk salah satu pura tertua di Pulau Lombok. Namun, sampai hari ini tetap digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu di Pulau Lombok. Umat Hindu dari luar Pulau Lombok pun sering melakukan tirtayatra, yakni semacam jiarah ke Pura Narmada.

Di dalam komplek Taman Narmada juga terdapat Bale Petirtaan. Di bale ini terdapat mata air yang berasal dari mata air Gunung Rinjani dan sebagai tempat pertemuan 3 sumber mata air, yakni mata air Narmada, Suranadi dan Lingsar. Air ini dipercaya sebagai air awet muda.

Anda ingin awet muda? Silahkan basuh muka anda dengan air ini. Anda juga boleh meminumnya. Air awet muda terasa dingin bagaikan air yang disimpan dalam lemari es.



Setiap akhir pekan, Taman Narmada selalu padat dikunjungi oleh masyarakat. Taman Narmada memang cocok sebagai tempat wisata keluarga. Sebab, selain menyuguhkan nilai sejarah, di dalam areal Taman Narmada juga tersedia kolam pemandian umum.

Terdapat kolam dewasa dan juga kolam anak-anak. Bagi anda yang ingin memacu adrenalin, bisa mencoba permainan flying fox. Bila ingin lebih santai, anda bisa menggayung perahu angsa.

Anda cukup membayar biaya tiket sebesar Rp 6000 untuk masuk ke dalam Taman Narmada. Di dalam taman terdapat banyak pedagang makanan. Termasuk pedagang Sate Bulayak salah satu kuliner khas Pulau Lombok.

Di bagian pintu keluar terdapat pedagang souvenir khas Lombok. Anda bisa membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Untuk menuju Taman Narmada cukup mudah. Jarak dari terminal Mandalika menuju Taman Narmada sekitar 6 Km ke arah timur. Anda bisa menggunakan kendaraan umum, ojek, maupun taksi. Taman narmada persis berhadapan dengan pasar tradisional Narmada.

Jika anda menumpangi kendaraan umum, anda bisa turun di Pasar Narmada, lalu berjalan kaki sekitar 100 meter menuju gerbang utama Taman Narmada.

Mengunjungi Taman Narmada tidak sekedar menikmati pemandangan alam nan sejuk. Tetapi di sana juga mengandung nilai sejarah yang sangat berharga.

Sisa-sisa peninggalan kebudayaam Hindu di Pulau Lombok yang juga dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid” ini masih terjaga dengan baik. Di sini kita dapat menyaksikan betapa indahnya kebhinekaan. [MK]

Foto: dilombok.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon