Sabtu, 03 Oktober 2015

Hukum Kekuasaan 1 : Jangan Pernah Terlihat Lebih Baik Dari Atasan Anda

Ilustrasi Bos dan Bawahan


Di sini Robert Greene mengatakan, senantiasalah membuat atasan Anda merasa superior. Meski Anda ingin menyenangkan hati mereka atau membuat mereka terkesan, jangan terlalu berlebihan dalam menunjukan kemampuan Anda.

Jika tidak, Anda hanya akan berhasil memancing perasaan takut dan tidak aman mereka.

Buatlah atasan Anda tampak lebih brilian dari pada yang sesungguhnya, maka Anda akan memperoleh kekuasaan terbesar.

Hanya boleh ada satu matahari saja pada satu periode waktu. Jangan pernah halangi sinar matahari atau menandingi kecemerlangannya. Sebaliknya memudarlah di langit dan temukan beragam cara untuk meningkatkan kecemerlangan sinar bintang atasan Anda.

Apa yang disampaikan Robert Greene cukup kontekstual. Di dalam sebuah organisasi mungkin Anda sering menjumpai situasi seperti ini.

Pada saat tertentu Anda merasa tidak puas dengan sikap, kebijakan, maupun penampilan atasan Anda secara umum. Pada saat itu Anda merasa memiliki lebih dari apa yang atasan Anda miliki.

Dalam konteks politik, situasi semacam ini juga sering kita jumpai. Mulai dari pasangan kepala daerah sampai dengan pasangan presiden sekalipun, di tengah perjalan sering mengambil jalan masing-masing. Akhirnya pada pemilihan berikutnya memutuskan untuk tidak lagi berpasangan.

Apabila Anda tidak mampu mengendalikan diri, maka atasan Anda tentu tidak akan tinggal diam. Atasan Anda akan menggunakan segala cara untuk menghadang langkah Anda dalam menapaki kekuasaan yang lebih tinggi. Ibarat matahari, atasan Anda tentu tidak ingin ada dua matahari dalam satu waktu.

Contoh, pasangan Bupati dengan Wakil Bupati misalnya. Apabila wakil bupati terlihat ingin tampil melebihi bupati, maka tentu saja bupati sebagai orang nomor satu merasa tersaingi.

Bupati kemudian akan mematikan langkah wakil bupati dengan mencopot beberapa tugas dan kewenangan yang dilimpahkan. Bupati menganggap. dengan tugas dan kewenangan tersebut hanya akan digunakan untuk menyainginya.



Jika hal tersebut terjadi, maka Anda akan menjadi ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Sangat sulit mendapatkan kembali ruang untuk memulai langkah Anda mendapatkan kekuasaan yang lebih besar.

Bisa saja Anda memulainya kembali. Tapi, sesuatu yang dimulai dari awal tentu membutuhkan biaya, tenaga dan pikiran yang lebih besar.

Sebelum langkah Anda dimatikan oleh atasan Anda, maka jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan Anda. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:

  1. Apabila ada sesuatu yang ingin Anda kritisi dari atasan Anda, jangan dilakukan di depan umum. Bicaralah empat mata dengannya agar atasan Anda tidak merasa dipermalukan.
  2. Dalam menyampaikan usulan, lakukan dengan teknis bertanya. Misalnya: Apa tidak sebaiknya begini; atau menurut bapak\ibu, kalau begini, bagaimana? Teknis ini akan membuat atasan Anda merasa dihargai. Solusi tersebut sebenarnya dari Anda, tetapi karena atasan Anda deberi kesempatan untuk memilih dan menjawab, seakan-akan solusi tersebut darinya.
  3. Apabila ada yang memuji kenerja Anda di hadapan atasan Anda, jawab dengan kalimat: ini semua berkat bimbingan dari atasan saya.
  4. Sebelum mengambil keputusan penting, berundinglah dahulu dengan atasan Anda.
  5. Sabar dan selalu bisa mengendalikan diri ketika muncul ketidakpuasan terhadap kebijakan atau kinerja atasan Anda.
  6. Bangun hubungan yang hangat dengan atasan Anda di luar konteks keorganisasian. Untuk menjalankan sebuah organisasi dibutuhkan suasana saling percaya dan saling memahami satu dengan yang lain.

Lakukan langkah-langkah di atas dengan kadar yang proporsional. Jika Anda melakakukannya berlebihan, Anda akan dianggap pribadi yang lemah. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, Anda akan dianggap hanya sebagai penjilat.

Meski pesannya : jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan Anda, bukan berarti Anda harus merontokkan harga diri agar ABS (Asal Bapak Senang).

Inti dari pesan hukum kekuasaan ini adalah membangun sebuah relasi yang baik dengan atasan Anda. Relasi tersebut akan mengantarkan Anda di puncak kekuasaan.

Anda dituntut untuk bisa menempatkan diri sebagai posisi bawahan. Sikap seperti ini akan semakin menambah kepercayaan atasan Anda. Dengan demikian, atasan Anda akan melimpahkan wewenang yang lebih besar. Pada waktunya, Anda akan menjadi matahari yang paling terang di puncak kekuasaan. [MK]

Ilustrasi : sekertarisku.com



Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon