Selasa, 04 Agustus 2015

Memahami Lika-liku Citra Politik

Ilustrasi Pencitraan

Citra politik adalah gambaran diri yang ingin ditunjukan oleh seorang politisi. Belakangan ini citra politik sering dibicarakan.

Pembicaraan tentang citra politik semakin hangat seiring dengan gencarnya kampanye politik yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden. Hampir seluruh ruang komunikasi massa dipenuhi oleh kampanye yang berisikan citra politik masing-masing.

Baca Juga: Cara Politisi Memperkuat Citra Politik

Citra politik yang ingin ditunjukan oleh pasangan Probowo – Hatta adalah pemimpin yang patriotik, cerdas, tegas dan berwibawa. Sedangkan citra politik yang ingin ditunjukan oleh pasangan Jokowi – JK adalah pemimpin yang bersih, jujur, sederhana dan merakyat. Masing-masing citra politik memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada akhirnya akan ditentukan oleh pilihan rakyat.

Bagaimana menentukan citra politik?

Citra politik yang dipilih oleh seorang politisi tentu tidak sekedar asal comot sana, comot sini. Tidak pula sekedar mengambil kata-kata manis, indah diucapkan. Citra politik harus benar-benar menggambarkan diri seorang politisi. Gambaran diri tersebut diperoleh dari nilai-nilai positif yang digali dari rekam jejak politisi yang bersangkutan.

Sebagai contoh, kita bedah citra politik Prabowo dan Jokowi.

Probowo patriotik: citra ini berangkat dari latar belakang Prabowo sebagai mantan prajurit TNI. Prabowo cerdas: Prabowo adalah anaknya bagawan ekonomi Indonesia, Prof. Soemitro. Citra cerdas juga ditunjang dari kemampuan Prabowo dalam berbicara dan berpidato di depan umum. Prabowo tegas: citra ini juga berangkat dari latar belakang Prabowo sebagai seorang mantan tentara. Kita tahu, setiap perintah dalam militer harus singkat, tegas, dan jelas. Prabowo berwibawa: citra ini ditunjukan dengan penampilan fisik prabowo yang gagah perkasa.

Jokowi bersih: citra ini berangkat dari rekam jejak Jokowi selama menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta yang tak pernah terlibat dalam kasus korupsi. Jokowi jujur: tampak dari setiap tutur kata Jokowi yang tak mengada-ada. Pembicaraannya mengalir begitu saja, bahkan gaya bicaranya tidak tampak seperti seorang politisi umumnya. Jokowi sederhana: Jokowi sering tampil berpakaian seperti masyarakat biasa. Kemeja kotak-kotak contohnya. Jokowi merakyat: gaya blusukan ke pasar-pasar dan sumber masalah selalu melekat dalam diri Jokowi.



Hasil bedah citra politik kedua tokoh di atas bisa berbeda. Citra politik di atas sekedar sebagai contoh, bahwa citra politik dipilih benar-benar berdasarkan citra yang melekat pada seorang politisi.

Apa beda citra politik dengan pencitraan politik?


Perbedaannya tidak sekedar kata citra yang menggunakan awalan “pe” dan akhiran “an”. Pencitraan adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh setiap politisi untuk melekatkan citra yang ingin diperoleh dari masyarakat. Di sini jelas, pencitraan adalah sebuah pekerjaan. Sedangkan citra sendiri adalah hasil yang diperoleh.

Belakangan ini, pencitraan politik atau politik pencitraan memang lebih banyak berkonotasi negatif. Politik pencitraan diartikan sebagai sebuah kegiatan politik yang hanya mengumbar mimpi-mimpi manis saja pada masyarakat. Atau bisa jadi, citra politik yang ditampilkan sangat bertolak belakang dari gambaran politisi bersangkutan yang sesungguhnya.

Politik pencitraan biasanya dilakukan secara sistematis melalui iklan-iklan politik di berbagai media massa. Politik pencitraan juga dinilai hanya sibuk membuat iklan politik ketimbang kerja-kerja politik di masyarakat akar rumput.

Citra politik memang memerlukan publikasi media agar diketahui oleh masyarakat luas. Namun, yang perlu diingat bahwa citra politik yang ditampilkan tidak mengada-ada. Tampilkan citra politik yang betul-betul berangkat dari inti sari positif rekam jejak yang pernah dilakukan. Jika tidak! Maka politisi yang bersangkutan akan terjerumus dalam politik pencitraan yang berkonotasi negatif. [MK]

Ilustrasi : julliengordon.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon