Senin, 03 Agustus 2015

Berhubungan Dengan Media Massa, 3 Hal Yang Perlu Diperhatikan Politisi

Ilustrasi Media Massa

Dalam sudut pandang kepentingan politisi, media massa menjadi corong komunikasi politik dengan masyarakat. Sebaliknya, rakyat membutuhkan media massa sebagai pengawal jalannya roda pemerintahan agar tak melenceng dari tujuan.

Sedangkan dalam sudut kepentingan pers sendiri, gabungan antara idialisme pers dengan platform perusahaan pers. Sebagai sebuah perusahaan tentu harus tumbuh dengan baik.

Baca Juga : Politisi Butuh Hubungan Baik Dengan Media Massa

Seorang politisi sebaiknya memahami dengan baik apa yang menjadi kepentingan masing-masing pihak. Dengan demikian, seorang politisi dalam membangun hubungan dengan media tidak akan menabrak etika yang harus dihormati dan dijaga oleh masing-masing pihak.

Saya menghimpun 3 cara politisi menjalin hubungan dengan media massa.

1. Mempunyai tim media sendiri

Tim media pada instansi pemerintah atau swasta biasanya disebut Humas (Hubungan Kemasyarakatan). Humas menjadi divisi tersendiri.

Sorang politisi sebaiknya memiliki tim ini. Kalaupun tidak dalam bentuk tim, minimal ada orang yang bertugas khusus mengurus segala urusan yang berkaitan dengan media massa.

Tim media juga bertugas membantu wartawan untuk menyediakan data-data yang diperlukan sebagai bahan liputan. Dengan adanya tim media, maka Anda akan lebih berkonsentrasi dengan kerja-kerja politik.

Setiap aktivitas politik penting yang Anda lakukan sudah dipastikan ada tim yang bekerja mempublikasikannya.



2. Buat press release yang baik

Menurut L. R. Baskoro, wartawan Tempo, sebagaimana yang diuraikan dalam blog pribadinya, Press Release atau siaran pers yang baik tidak dibuat serampangan. Pembuat press release harus memahami karakter media yang dituju. Isi press release bersifat informasi baru, klarifikasi dan memiliki nilai berita.

Press release dapat dikirimkan langsung ke alamat redaksi media yang dituju atau bisa dilakukan dengan melaksanakan jumpa pers. Akan lebih baik lagi jika dikombinasikan keduanya. Untuk media yang tidak sempat menghadiri jumpa pers, bisa dikirimkan releasenya.

3. Bersikap wajar pada awak media

Ujung tombak dari sebuah media massa adalah wartawan. Anda harus memperlakukan mereka dengan baik. Jangan menunjukkan sikap angkuh. Bantulah wartawan dalam melaksanakan tugas dilapangan.

Misalnya menyediakan data-data yang diperlukan oleh wartawan sebagai bahan liputan. Jangan sekali-sekali menunjukan reaksi yang berlebihan kepada wartawan ketika ada berita yang ditulis tidak berkenan dihati Anda. Berikan saja klarifikasi dengan diplomatis.

Perlakukan wartawan sebagai sahabat Anda yang sedang menjalankan tugas. Namun, yang perlu diingat, hubungan yang dibangun masih tetap memperhatikan batasan kode etik yang melekat pada masing-masing pihak. Dengan sikap yang demikian, wartawan akan merasa nyaman berhubungan dengan Anda. [MK]

Ilustrasi : www.opengaz.ru

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon