Kamis, 18 Juni 2015

Mengasah Paham Kebangsaan Dalam Menangkis Paham Radikalisme

Ilustrasi Nasionalisme
Bagaimana gambaran masa depan sebuah bangsa, perhatikan saja bagaimana keadaan pemuda saat ini. Baik maupun buruknya sebuah bangsa di masa yang akan datang, tergantung baik maupun buruknya keadaan pemuda saat ini.

Maju maupun mundurnya sebuah bangsa di masa mendatang, tergantung maju maupun mundurnya keadaan pemuda saat ini.Begitu pentingnya peran pemuda dalam memajukan sebuah bangsa, hingga ia dijuluki berbagaimacam julukan, misalnya: Pemuda sebagai tulang punggung bangsa, pemuda sebagai penerus tongkat estafet pembangunan, pemuda sebagai jembatan peradaban bangsa.

Satu hal yang sangat fundamental yang harus melekat dalam diri setiap pemuda adalah nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan terlebih dahulu sebelum ia ditempa dengan pengetahuan lain yang berbasis kompetensi.

Semangat kebangsaan harus digelorakan terlebih dahulu dalam diri pemuda sebelum ia digodok dengan bermacam bakat dan prestasi. Paham kebangsaan haruslah menyatu terlebih dahulu dalam diri pemuda sebelum ia mempelajari paham-paham yang lain.

Dengan demikian, segala aspek kehidupan pemuda selalu berorientasi pada kemajuan bangsanya. Kemampuan di bidang sains dan teknologi adalah kemampuan yang akan didedikasikan kepada bangsanya.

Prestasinya dalam bidang minat dan bakat adalah prestasi untuk dipersembahkan kepada bangsanya. Paham-paham lain yang dipelajari tidak akan mempemgaruhi paham kebangsaan yang telah terpatri dalam jiwa raganya.

Tantangan dan hambatan yang dihadapi pemuda dewasa ini sangatlah beragam dan teramat berat. Gaya hidup individualesme, pragmatisme dan hedonisme telah menjangkiti sendi-sendi kehidupan berbangsa. Kepentingan pribadi menjadi di atas segala-galanya. Nilai-nilai sosial, kehidupan bermasyarakat, gotong-royong dan rasa kebangsaan lambat laun semakin pudar.

Modernitas, kemajuang teknologi informatika, dan revolusi ilmu pengetahuan seharusnya digunakan sebagai alat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Akan tetapi pada kenyataannya lebih banyak disalahgunakan. Satu contoh: sosial media berupa facebook.

Teknologi informatika yang telah menghubungkan jutaan penduduk dunia ini sebetulnya sangat baik. Tetapi, pada kenyataannya lebih banyak digunakan untuk mengangkat stutus-status yang mengandung unsur hasut, kekerasan, adu domba dan menyebar kebencian.

Fenomena yang paling mengancam keberlangsungan bangsa akhir-akhir ini adalah munculnya paham radikalisme. Paham yang menghalalkan segala cara, terutama cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan kelompok.

Paham ini perlahan, namun pasti menyasar kelompok-kelompok anak muda. Atas nama ajaran agama, atas nama perjuangan para penyebar paham radikal mencuci otak anak-anak muda agar mengikutinya.



Bagi mereka yang tidak memiliki pondasi yang kuat dalam diri untuk menangkis ajaran-ajaran sesat tersebut maka akan gampang terwaba arus.

Tekanan ekonomi, lingkungan sosial yang buruk, serta pendidikan yang tidak memadai menjadi faktor dominan penyebab berkembangnya paham radikalisme.

Kondisi tersebut membuat orang gampang menerima ajakan-ajakan yang dianggap memberikan solusi, namun sebetulnya sesat.

Menegok kembali sejarah perjuangan bangsa, maka pada setiap lembaran sejarah akan kita dapatkan, sesungguhnya sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peranan pemuda.

Jauh hari sebelum Indonesia merdeka, 28 Oktober 1928, adalah para pemuda gagah berani telah menggelorakan Sumpah Pemuda sebagai benih-benih bangsa menuju Indonesia merdeka.

Para pemudalah yang telah menyemai benih kebangsaan. Para pemudalah yang turut serta melahirkan bangsa yang merdeka. Para pemudalah yang selalu berada di garda terdepan mempertahankan kemerdekaan.

Dan hari ini. Kita sungguh berharap para pemudalah yang akan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa.

Di tengah badai pragmatisme, indivudualisme, hedonisme serta paham radikalisme yang mendera, Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Bali sebagai tempat bersatunya berbagai elemen organisasi kepemudaan di Bali menyatakan “perang” terhadap radikalisme yang mengancam bangsa.

DPD KNPI Bali akan selalu berada di garda terdepan dalam perjuangan suci untuk menyemai kembali benih-benih kebangsaan.

Perjuangan kita hari ini sesungguhnya perjuangan melawan lupa. Oleh sebab itu, dialog kebangsaan dengan tema “Mengasah Paham Kebangsaan dalam Menangkis Paham Radikalisme” ini adalah bagian dari perjuangan melawan lupa. [MK]

Narasi Dialog Kebangsaan KNPI Bali, 15 Mei 2015
Ilustrasi Nasionalisme. Netrepro

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon