Kamis, 18 September 2014

Kontroversi RUU Pilkada dan Implikasinya Terhadap Pilkada di Bali

Ilustrasu Rancangan Undang-Undang.
Bangsa Indonesia kini tengah menghadapi pancaroba. Pemerintahan SBY akan segera berakhir dalam hitungan hari. Pemerintahan baru yang akan dipimpin Jokowi akan segera dimulai.

Seiring dengan perubahan kepemimpinan nasional ini pula, gedung parlemen langsung dihebohkan dengan perdebatan RUU Pilkada.

Gedung parlemen seakan terbelah menjadi dua, hampir menyerupai belahan yang terjadi saat suksesi Pilpres yang lalu. Salah satu kubu di dalamnya terdapat Gerindra, PAN, PPP, Golkar dan PKS menginginkan pemilihan kepala daerah kembali dipilih oleh anggota DPRD.

Sedangkan kubu lain yang dimotori PDIP tetap ingin mempertahankan pemilihan langsung oleh rakyat.

Masing-masing kubu punya alasan tersendiri. Kubu pemilihan oleh DPRD menganggap pemilihan langsung boros biaya, rawan politik uang dan lebih banyak memicu konflik horizontal dalam masyarakat.

Sebaliknya kubu pemilihan langsung berpendapat: pemilihan langsung adalah wujud kedaulatan rakyat; calon kepala daerah yang dipilih langsung lebih memiliki ikatan moral memenuhi janji perbaikan nasib rakyat; dan tidak ada jaminan pemilihan oleh DPRD tidak menggunakan politik uang.



Terlepas dari dinamika politik nasional yang menyertai kontroversi RUU Pilkada, kita juga ingin melihat bagaimana implikasi RUU ini terhadap pemilihan kepala daerah di Bali.

Di Pulau Bali sendiri ada 5 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah pada tahun 2015 mendatang.

Jika RUU pilkada akhirnya disahkan dengan mayoritas menyetujui pemilhan kepala daerah oleh DPRD, bagaimana konstalasi Pilkada di Bali menjelang Pilkada 2015 dan yang akan datang?

Pada prinsipnya kita semua percaya, apapun sistem yang digunakan untuk memilih pemimpin tak begitu penting. Sebab pemimpin dan sistem bukanlah tujuan akhir. Melainkan kesejahteraan rakyatlah yang menjadi muara segala-galanya.

Dalam semangat perbedaan pandangan terkait sistem pemilihan kepala daerah, ada satu semangat persamaan yang melekat, yakni semangat membangun kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Selamat datang dalam Dialog Publik. Setiap butir pemikiran Anda yang tercurahkan melalui forum ini akan sangat bermanfaat untuk melengkapi dinamika perdebatan dalam semangat perubahan: Masyarakat sejahtera, adil dan makmur. Semoga!

Pengantar Diskusi DPD KNPI Bali, 19 September 2014

Image : google

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon