Kamis, 07 Agustus 2014

Strategi Komunikasi Politik Ala Sun Tzu

Ilustrasi patung Sun Tzu


Komunikasi politik memainkan peranan penting dalam keberhasilan sebuah misi politik. Komikasi yang dilakukan dalam internal tim dan komunikasi yang dilakukan ke luar harus menggunakan strategi khusus. 

Komunikasi ke luar mencakup komunikasi terhadap pesaing (lawan), aliansi (kawan) dan konstituen (masyarakat).

Kegagalan komunikasi politik tak jarang menyebabkan kegagalan (kekalahan) sebuah misi politik. Kegagalan komunikasi tersebut terkadang hanya disebabkan oleh hal-hal sepele. 

Contohnya:
1.      Perbedaan persepsi ketua tim dengan anggota dalam menterjemahkan strategi kampanye dialogis yang diinginkan oleh kandidat yang diusung.
2.      Kesalahpahaman antara tim kajian komunikasi massa dengan tim teknis desain dalam visualisasi spanduk dan baligo kandidat.
3.      Kegemaran ketua tim membeberkan strategi di hadapan media menyebabkan seluruh informasi strategis diketahui oleh lawan politik.

Ada sebuah pelajaran penting yang ditorehkan oleh Sun Tzu terkait strategi komunikasi. Dalam bukunya yang berjudul “Art of War” (Seni Perang), cukup banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam politik praktis.

Salah satu ungkapan Sun Tzu dalam buku tersebut adalah :



In night battles use torches and drums; in day battles use flags and pennants. Drums, gongs, flags, and pennants are used to unite men’s eyes and ears.” – Sun Tzu

Dari kalimat Sun Tzu di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan, cara dan alat komunikasi berbeda, tergantung keadaan, sasaran, dan target politik yang ingin dicapai. Kesalahpahaman intern tim tak jarang disebabkan salah memilih alat komunikasi.

Coba perhatikan sekali lagi pesan Sun Tzu di atas. Apabila perang dilakukan pada malam hari, Sun Tzu tidak menggunakan bendera dan panji-panji, tetapi ia memilih obor dan genderang. Pilihan tersebut didasarkan pada kondisi medan pertempuran malam hari yang gelap gulita.

Belajar dari strategi komunikasi Sun Tzu di atas, maka di dalam membangun komunikasi politik harus betul-betul tepat.

Contohnya:
1.      Apabila informasi yang disampaikan kepada tim bersifat rahasia dan hanya untuk tim inti, maka jangan gunakan BBM, SMS atau email. Sebaiknya sampaikan langsung kepada anggota tim inti melalui tatap muka.
2.      Ketika melakukan pendekatan politik terhadap tokoh berpengaruh dalam suatu kelompok/organisasi, sebaiknya dilakukan langsung oleh kandidat. Jangan dilakukan oleh tim.
3.      Dalam menyebarkan informasi untuk menyaksikan kandidat yang akan tampil dalam sebuah acara di televisi, cukup dilakukan melalui grup BBM, Facebook atau SMS.

Demikian pembahasan mengenai strategi komuniksi politik ala Sun Tze. Mudah-mudahan memberikan manfaat kepada setiap pelaku politik maupun tim pemenangan. Dalam pelaksanaannya tentu saja banyak hal yang harus diaptasi berdasarkan keadaan. [MK]

Ilustrasi : thediplomat.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon