Sabtu, 02 Agustus 2014

Saksi Sebagai Benteng Terakhir

Ilustrasi. Saksi di Tempat Pemungutan Suara

Saksi memegang peranan penting pada saat proses pemilihan di TPS dan perhitungan suara pada semua tingkatan. Saksi menjadi benteng terakhir sekaligus prajurit terdepan untuk mengamankan proses dan hasil pemilihan.

Semua aktivitas politik yang dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan dukungan suara akan sia-sia belaka bila tak ada yang mengamankan pada proses terakhir.

Oleh sebab itu, setiap peserta pemilu harus menempatkan saksi yang loyal dan cerdas pada semua tingkatan.

Dengan menempatkan saksi yang loyal, maka perolehan suara di tiap-tiap tingkatan sudah dipastikan aman. Sebab saksi yang loyal tidak akan mau dipengaruhi oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan merubah hasil perolehan suara dan melakukan kecurangan.

Loyalitas seorang saksi harus dibarengi dengan tingkat kecerdasan yang cukup. Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah kemampuan saksi dalam menilai setiap proses yang terjadi di setiap tingkatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kecerdasan juga menyangkut ketelitian dalam membaca kesesuaian angka-angka yang dimuat di dalam dokumen pemilihan.

Berikut ini ada beberapa kiat untuk mendapatkan saksi yang loyal dan cerdas:

1. Pelatihan/Pembekalan Saksi

Sebelum saksi ditempatkan di tiap-tiap tingkatan, harus diberikan pelatihan/pembekalan terlebih dahulu. Sebaiknya komposisi materi pelatihan terdiri dari dua bagian utama.

Pertama, materi yang berkaitan dengan pengetahuan umum terhadap profil peserta pemilihan/kandidat. Target yang ingin dicapai dari materi ini adalah peserta mengenal kandidat lebih dalam dan memahami visi dan misi kandidat.

Seorang saksi diharapkan juga menjadi pendulang suara di masing-masing wilayah tempat bertugas. Untuk menjadi pendulang suara yang baik tentu harus menguasai materi di atas.

Kedua, materi yang berkaitan dengan pengetahuan tentang aturan dan teknis yang berkaitan dengan tugas di tiap-tiap tingkatan. Target dari materi ini adalah peserta dapat memiliki kemampuan teknis menjalankan tugas.

2. Fasilitas Saksi

Saksi harus diberikan fasilitas yang baik agar mampu melaksanakan tugas secara maksimal. Selama ini hal yang sering mengemuka di lapangan adalah kinerja saksi rendah oleh karena honor yang diperoleh tak sepadan dengan tugas yang diemban.

Banyak saksi akhirnya meninggalkan TPS sebelum proses perhitungan selesai. Jika demikian, maka sia-sialah segala kerja-kerja politik yang telah dilakukan.

Dalam memberikan fasilitas kepada saksi perlu mempertimbangkan tingkat kesulitan dan beban kerja yang dihadapi oleh masing-masing saksi. Sebelum memberikan fasilitas, perlu dilakukan pemetaan tingkat kebutuhan saksi yang pantas di setiap wilayah.

3. Pengorganisasian Saksi

Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah kinerja saksi dalam melaksanakan tugas maupun dalam mengumpulkan dokumen hasil pemilihan pada masing-masing wilayah.

Setiap kesatuan wilayah harus memiliki seorang koordinator yang membawahi beberapa TPS atau tingkatan tertentu. Dengan adanya koordinator, tugas dan tanggung jawab masing-masing saksi dapat terkontrol dengan baik.

4. Apresiasi Saksi

Yang terjadi di lapangan seringkali saksi ditinggalkan begitu saja oleh peserta pemilihan/kandidat begitu proses pemilihan selesai. Padahal saksi adalah investasi politik yang sangat berharga.

Sayang kalau dilepas begitu saja. Menang atau kalah itu urusan nomor dua. Tetapi jika berbicara kepentingan politik jangka panjang, saksi harus diapresiasi.

Apresiasi adalah penghargaan yang diberikan kepada saksi. Bentuk penghargaan tidak mesti dengan memberikan sesuatu yang mahal.

Mengumpulkan kembali saksi dengan perjamuan makan bersama saja sudah cukup baik sebagai bentuk penghargaan. Dengan demikian kandidat akan tetap meninggalkan kesan baik kepada para pendukung, khususnya saksi.

Persoalan yang sering ditemukan di lapangan berkaitan dengan perekrutan saksi adalah minimnya dana. Kandidat atau peserta Pemilu beralasan dana telah digunakan habis-habisan untuk membiayai kampanye dan berbagai aktivitas politik lainya. Padahal saksi adalah benteng terakhir yang akan menentukan menang atau kalah.

Jika diibaratkan kerja-kerja politik sebelum hari pemilihan adalah menggali sumber air, maka mempersiapkan saksi yang mumpuni adalah pekerjaan membuat bendungan. Bendungan tersebut haruslah kuat untuk menampung dan menjaga air yang didapat. Jika bendungan roboh, maka sia-sialah semuanya. [MK]

Ilustrasi : jurnalmalang.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon