Kamis, 14 Agustus 2014

Menyingkat Nama Untuk Meningkatkan Popularitas

Film Ayat-Ayat Cinta disingkat AAC.
Menyingkat nama biasanya digunakan dalam beberapa bidang tertentu dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas yang sebenarnya.

Dalam bidang intelijen biasanya menggunakan nama singkatan atau dengan kode tertentu untuk menyebut rekan kerja maupun subjek dan objek tertentu yang menjadi sasaran.

Dalam bidang hukum dan jurnalistik juga sering mengunakan nama singkatan untuk menyebutkan nama seseorang. Dalam bidang hukum, nama singkatan biasanya dipakai ketika status hukum seseorang masih dalam tahap tersangka.

Sedangkan dalam bidang jurnalistik nama singkatan sering dipakai untuk melindungi kepentingan privasi subyek berita. Misalnya, anak dibawah umur yang menjadi pelaku maupun korban dalam kasus tertentu.

Dalam dunia politik praktis, ada bermacam cara dilakukan oleh politisi untuk meningkatkan popularitas. Salah satunya dengan cara membuat nama panggilan yang mudah disebut. Nama panggilan ini sekaligus menjadi semacam branding yang digunakan dalam berbagai media kampanye.

Susilo Bambang Yudhoyono adalah calon presiden yang pertamakali membranding nama dengan singkatan SBY pada pemilihan 2004. Kebetulan pada waktu itu berpasangan dengan Jusuf Kalla yang disingkat JK. Kemudian terdengarlah di mana-mana sebutan SBY-JK untuk kedua pasangan tersebut.



Berikut ini beberapa nama panggilan politisi Indonesia yang cukup populer saat ini: Susilo Bambang Yudhoyono menjadi SBY; Jusuf Kala menjadi JK; Aburizal Bakrie menjadi ARB; Joko Widodo menjadi Jokowi; Suryadharma Ali menjadi SDA; Hary Tanoesoedibjo menjadi HT; Wiranto menjadi WIN; Anas Urbaningrum menjadi AU.

Tidak hanya di kalangan politisi, kalangan artis juga sering menggunakan nama singkatan untuk menyebut nama panjang. Contohnya, antara lain: Julia Perez disingkat JUPE; Dewi Persik disingkat DEPE; dan Krisdayanti disingkat KD.

Dalam pemilihan kepala daerah singkatan nama pasangan juga kerap digunakan. Yang menarik dari singkatan nama calon Kepala Daerah adalah selain menyingkat nama masing-masing, singkatan juga digunakan untuk menyingkat kedua nama pasangan calon kepala daerah dan wakil sekaligus.

Frasa yang terbentuk dari gabungan kedua singkatan nama itu terkadang terdengar nyeleneh, tetapi ada pula yang terdengar visioner.

Membuat branding dengan nama panggilan memiliki kelemahan dan kekuatan. Kelemahannya yakni, dalam kertas suara tidak menggunakan nama panggilan. Kelebihannya adalah orang lebih gampang ingat dan menyebut.

Kunci dari keberhasilan menggunakan nama singkatan adalah sosialisasi yang maksimal. Jadi, bila Anda berniat menggeluti dunia politik, mulai dari sekarang pikirkan dan sosialisaikan singkatan yang menarik untuk nama anda. [MK]

Ilustrasi : Google Image

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon