Rabu, 06 Agustus 2014

Mengintip Strategi Lawan Politik

Ilustrasi mengintip strategi lawan politik.


Pertarungan dalam dunia politik praktis membutuhkan berbagai strategi untuk mencapai kemenangan. Dalam setiap kontestasi politik, seperti Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sekalipun membutuhkan strategi jitu.

Masing-masing tim kandidat tentu sudah menyusun strategi terbaik untuk mencapai kemenangan. Namun, sebaik apapun strategi tersebut membutuhkan evaluasi secara berkala. Ada hal-hal yang perlu dievaluasi secara harian, mingguan dan bulanan.

Dalam melakukan evaluasi ada dua hal penting yang menjadi indikator. Pertama, meninjau kembali apa-apa yang telah dilaksanakan dan apa-apa yang belum dilaksanakan sesuai dengan jadwal perencanaan.

Kedua, mengukur sejauh mana kenaikan tingkat elektabilitas kandidat dari berbagai strategi yang telah dijalankan.

Setelah semua strategi internal dipastikan telah berjalan dengan baik, selanjutnya adalah melakukan perbandingan dengan strategi yang diterapkan oleh kandidat lain.



Perbandingan ini penting dilakukan sebagai bahan evaluasi ke dalam, mana saja strategi yang efektif dan mana yang tidak.

Jika memang ada strategi yang digunakan oleh kandidat lain yang dianggap baik, tidak perlu ragu untuk meniru dan menerapkannya. Tidak ada aturan yang melarang hal tersebut. Tinggal kemasanya dikreasikan sedemikian rupa agar mimiliki nilai tambah sekaligus kekhususan dibandingkan strategi lawan.

Mengadopsi strategi terbaik lawan sama airtinya kita telah mengambil senjata terbaiknya. Ada beberapa keuntungan yang didapatkan. Pertama, ketika tim menggunakan sebuah strategi terbaik sama dengan yang digunakan oleh lawan, maka setidak-tidaknya masing-masing kandidat berada dalam level yang sama.

Kedua, setelah masing-masing kandidat berada dalam level yang sama, tim kemudian meluncurkan senjata pamungkas, yakni strategi terbaik yang dimiliki sendiri.

Permainan strategi politik seperti ini ibarat time games (permainan waktu). Tim harus pandai-pandai mengatur waktu dan memilih momentum yang tepat.

Ketika lawan meluncurkan sebuah senjata, maka tim mengatasinya dengan senjata yang berkekuatan sama. Dan, ketika telah dipastikan lawan telah kehabisan senjata, maka tim meluncurkan senjata pamungkas untuk meredam seluruh kekuatan lawan.

Namun, yang perlu diingat, jangan sampai seperti bunyi pepatah: senjata makan tuan. Jangan sampai strategi mengintip permainan lawan terjadi sebaliknya, justeru tim lawan yang mengintip dan mengambil semua informasi strategis yang dimiliki.

Untuk mengantisipasi jangan sampai hal tersebut terjadi, perlu menerapkan strategi komunikasi politik ala Sun Tzu yang telah diulas sebelumnya. Selanjutkan untuk memperkuat sistem pertahanan informasi akan dibahas dalam topik “Peran Intelijen dan Kontra Inteligen dalam Pertarungan Politik”. (MK)

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon