Rabu, 20 Agustus 2014

Menanti Detik-detik Indonesia Dewasa

Ilustrasi: Sidang Parlemen.
Pada tanggal 17 Agustus 2014, empat hari yang lalu, kita baru saja merayakan hari kemerdekaan yang ke-69. Selama itu pula bangsa ini telah melewati berbagai tantangan dan pelajaran. Tantangan terberat bukanlah datang dari bangsa asing. Tantangan terberat justeru datang dalam negeri sendiri.

Mengatur kehidupan bangsa melalui serangkaian sistem dan aturan adalah bagian dari proses untuk mendewasakan bangsa.

Hari ini, tanggal 21 Agustus 2014, kita sedang menanti detik-detik yang sangat bersejarah dalam perjalanan bangsa. Siang hari ini seluruh rakyat Indonesia tengah menantikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara sengketa hasil pemilihan presiden. putusan MK inilah yang akan menentukan pemimpin bangsa lima tahun ke depan.

Hari ini menjadi berarti bukan lantaran karena rakyat akan mengetahui pasangan mana yang akan memimpin bangsa. Pergantian pemimpin bangsa itu sudah menjadi peristiwa biasa yang dilewati bangsa ini. Beragam warna peristiwa dan sejarah telah menghiasi setiap pergantian pemimpin bangsa.

Yang membuat peristiwa hari ini menarik lantaran segala tahapan proses demokrasi dalam pemilihan presiden kali ini teramat istimewa. Pemilihan presiden kali ini berhasil mengundang partisipasi masyarakat yang sangat tinggi.

Baru kali ini sepanjang sejarah pemilihan presiden secara langsung hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Dalam hal pilihan politik, seakan membuat bangsa ini langsung terpecah menjadi dua bagian.



Dan hari ini, beragam ekspresi akan ditunjukkan anak bangsa sebagai bentuk penerimaan putusan Mahkamah Konstitusi. Putusan ini bersifat akhir dan mengikat.

Terlepas dari apapun argumentasi lain yang menyertai, tetapi putusan MK akan menentukan pasangan mana yang akan menjadi presiden dan wakil presiden ke depan.

Sekali lagi, siapapun yang akan menjadi presiden dan wakil presiden tidaklah terlalu istimewa. Yang teristimewa justeru kedewasaan bangsa ini menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi.

Inilah ujian terakhir yang akan menentukan tingkat kedewasaan bangsa ini: bisakah kita semua menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan politik kelompok dan golongan.

Apapun hasil putusan Mahkamah konstitusi harus dapat diterima dengan lapang dada. Generasi bangsa hari ini akan menentukan sejarah yang akan diwariskan kepada generasi selanjutnya: bahawa hari ini kita nyatakan bangsa ini telah dewasa dalam berdemokrasi untuk melewati berbagai tantangan berikutnya.

Mari kita tunjukan pada dunia, Indonesia dewasa telah hadir. Jika tidak, maka butuh waktu panjang untuk memulainya kembali. Semoga! [MK]

Ilustrasi : geotimes.co.id

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon