Selasa, 05 Agustus 2014

Bersikap Kontroversial : Cara Gampang Menaikan Popularitas

Donald Trum selalu bersikap kontroversial.


Sebelum seorang politisi melakukan kerja-kerja politik untuk mendongkrak tingkat elektabilitas (keterpilihan), pertama-tama yang harus dilakukan adalah meningkatkan popularitas (keterkenalan). 

Tahap menaikan elektabilitas sudah masuk pada tahap tawaran politik kepada masyarakat pemilih. Misalnya, apa manfaat bagi masyarakat pemilih jika kandidat terpilih. Apa yang menarik tawaran kandidat bersangkutan dibandingkan kandidat lain. Apa nilai lebihnya. Dan seterusnya. 

Sebelum memasukai tahapan di atas, seorang kandidat harus dikenal baik oleh calon pemilih. Karena bisa jadi, tawaran politik seorang kandidat lebih baik, tetapi oleh karena kandidat yang bersangutan tidak dikenal, maka masyarakat enggan memilih.

Kondisi sosiologis masyarakat Indonesia pada umumnya masih banyak yang masuk dalam kategori pemilih emosional, yakni memilih berdasarkan rasa kedekatan dan juga dikenal. 

Bersikap kontroversial adalah mengambil sikap yang berbeda dari sikap orang-orang pada umumnya. Contoh sederhana: ketika semua orang mengatakan: bersedekah itu baik – Anda bersikukuh mengatakan tidak baik, karena tidak mendidik

Contoh lainnya: ketika orang-orang pada umumnya memuji prestasi dan kebaikan seorang tokoh, maka Anda mengecamnya habis-habisan. Dengan sikap berbeda seperti itu, orang akan mempertanyakan siapa Anda? Apa alasan Anda berpandangan berbeda dengan orang pada umumnya. 

Cara-cara seperti ini kerap dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk menaikan tingkat popularitas. Mulai dari artis, paranormal, rohaniawan dan politisi banyak yang menggunakan cara-cara ini.

Membanjirnya media sosial juga sangat mendukung seseorang menaikan tingkat popularitasnya dengan cara menabrak arus. Hal sederhana dilakukan dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial, misalnya melaui akun twitter dan facebook. 

Begitu pernyataan kontroversial Anda muncul, maka ratusan hingga rubuan orang akan merespon pernyataan Anda. Respon tersebut tentu ada yang pro dan kontra, bahkan tak jarang lebih banyak hujatan yang Anda dapatkan.

Perdebatan sering berlanjut ke media massa. Pada tahap ini tak apa-apa, yang penting Anda terkenal dulu. 

Tetapi, Yang Perlu Diingat! 
Jangan karena mengejar popularitas, lantas Anda bersikap kontroversial yang membabi-buta. Ketika Anda tidak mampu menjelaskan kepada publik dengan argumentasi yang masuk akal, maka sama artinya Anda menjerumuskan diri ke dalam dasar jurang elektabilitas.

Anda mendapatkan popularitas, tetapi oleh karena pernyataan Anda tak memberikan manfaat kepada publik, atau bahkan menyakiti dan menyinggung publik, maka siap-siap “gulung tikar politik”. 

Ketika Anda memilih bersikap kontroversial terhadap sebuah isu, Anda harus dapat mengendalikan sikap tersebut. Siapkan argumentasi yang masuk akal. Hal-hal apa yang luput dari pandangan publik. Dan tentu saja apa manfaatnya untuk publik.

Anda harus mampu mengakhiri sikap dan pandangan kontroversial Anda dengan manis. Sebuah akhir yang bisa deterima oleh publik yang pada akhirnya meyakinkan publik bahwa sikap Anda benar.[MK]

Peringatan: Jangan menggunakan cara ini bila Anda tikak punya energi panjang untuk mengontrol sikap kontroversial Anda sampai berakhir dengan manis.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon