Rabu, 19 Februari 2014

Mengenal Sosok Ir. Rataya B. Kentjanawaty

Ir. Rataya B. Kentjanawaty
Sosok Ir. Rataya B. Kentjanawaty berasal dari Banjar Sengguan, Gianyar – Bali. Sebahagian besar waktunya dihabiskan untuk berkiprah di pentas nasional. Kini perempuan yang kerap dijuluki sebagai “Pendekar Wanita Bali” ini sedang fokus melanjutkan perjuangan untuk masyarakat Bali melalui jalur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Ir. Rataya B. Kentjanawaty yang juga isteri Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Sang Nyoman Suwisma ini, bertekad mengabdikan diri untuk Bali melalui jalur politik perwakilan daerah.

“Saya terpanggil memperjuangkan masyarakat Bali, baik yang tinggal di Bali, lahir di Bali, dan yang berasal dari Bali. Kalau bukan orang, siapa lagi yang memperjuangkan,” uangkap Ir. Rataya.

Ir. Rataya selama ini sudah cukup berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara dalam mendampingi suami di luar Bali. Antara lain di Satuan Kopasus, di Korem Garuda Hitam Lampung, Secapa Bandung, Divisi I Kostrad, Kodam VI Tanjungpura Kalimantan, Mako Kostrad, Mabes TNI AD, dan terakhir sebagai anggota DPR RI. Ir. Rataya bertekad kembali ke Bali, berjuang demi Bali di tingkat nasional demi masa depan Bali yang lebih baik.

Ibu tiga orang putra ini penuh semangat, pantang menyerah, terpanggil menjadi anggota DPD RI. Semangat tersebut berangkat dari keresahan setelah mengetahui hasil Pesamuan Agung PHDI 2013 di Palangkaraya, Kalteng beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana memberikan laporan yang kurang lebih menyebutkan bahwa Bali saat ini menghadapi empat permasalahan yang serius yang perlu mendapatkan perhatian.

Pertama, masih tingginya kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Kedua, masih tingginya angka kekerasan terhadap anak, ketiga, fenomena meningkatnya jumlah penduduk Bali yang terjangkit virus HIV/AIDS, dan keempat, masih tingginya prosentase wanita Bali yang buta aksara.

“Yang berbicara adalah statistik. Yang berbicara adalah data. Suka tidak suka, kita harus terima itu sebagai kenyataan. Sekarang persoalannya adalah, bagaimana kita berjuang untuk mengikis empat problematika serius Bali tadi,” ujar insinyur elektro lulusan Universitas Trisakti, Jakarta ini.

Ir. Rataya B. Kentjanawathy benar-benar terenyuh sekaligus prihatin demi mengetahui fakta-fakta tersebut. Karena itulah ia kemudian memutuskan menjadi wakil daerah Bali (anggota DPD) agar bisa memperjuangkan aspirasi rakyat Bali. Sekalipun begitu, ia tidak ingin menjadi anggota legislatif (DPR RI).

“Anggota DPR kan diusung partai politik. Sedangkan saya adalah Ketua Umum WHDI, yang anggotanya tidak hanya dari satu partai politik. Karena itu saya memilih jalur perjuangan DPD RI, lebih netral, karena DPD itu bukan wakil partai politik, melainkan mewakili daerah,” ujar Rataya B. Kentjanawaty.

Berbekal pengetahuannya secara akademis, ditambah pengalaman bekerja di Telkom, lalu suka-duka mendampingi suami dalam berbagai medan penugasan, menjadikan Rataya B. Kentjanawaty menjadi figur yang matang.

“Setelah kuliah, saya bekerja di Telkom. Setelah berkeluarga, saya mendampingi suami sebagai prajurit dan bergabung dalam wadah Persit (Persatuan Istri Prajurit) Kartika Chandra Kirana TNI-AD. Setelah suami pensiun, kami sama-sama mmengabdikan diri di bidang sosial-kemasyarakatan dan sosial-keagamaan,” ujar Ir. Rataya B. Kentjanawathy, calon Anggota DPD RI Provinsi Bali, 2014 – 2019.

Nonton Video: Klik Disini

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon