Kamis, 02 Mei 2013

Obat Generik Berlogo Masuk Sekolah

Ilustrasi
Di sekolah mengajarkan matematika, Bahasa Indonesia, fisika, biologi, kimia, sejarah, moral, agama, keterampilan, dan lain-lain. Semua itu bertujuan demi menciptakan manusia-manusia yang berkualitas. Manusia-manusia yang sadar akan realitas sosialnya. Manusia-manusia bermoral yang dapat bertahan hidup berkat pengetahuannya.

Pun demikian, sedikit ruang di sekolah yang mengejarkan pengetahuan dasar tentang zat yang masuk ke dalam tubuh sebagai penyembuh sakit. Padahal kita tahu, cara yang paling mendasar bertahan hidup saat terserang penyakit adalah mengkonsumsi obat yang tepat. Zat itu kecil, tapi begitu menentukan keberlanjutan hidup.

Harus diakui, dari seluruh disiplin ilmu yang diajarkan di sekolah, pengetahuan kefarmasian/obat-obatan sangat jauh dan terasing dari masyarakat kita. Seakan-akan pengetahuan kefarmasian ekslusif hanya untuk mereka yang bergelut di dunia medis.

Minimnya pengetahuan tentang obat menjadi pemicu rendahnya tingkat kesadaran masyarakat menggunakan Obat Generik Berlogo. Ketidaktahuan membuat kita terbatas menentukan pilihan. Apa yang tertera di kertas resep yang disodorkan dokter, itulah obat yang akan kita tebus. Ketidaktahuan membuat kita enggan bertanya. Masyarakat tak punya daya tawar meminta Obat Generik Berlogo.

Atas dasar pertimbangan di atas, penulis menawarkan agar pengetahuan dasar kefarmasian diberikan di sekolah. Pertanyaan selanjutnya, jika pengetahuan dasar kefarmasian diajarkan di sekolah: pada tingkatan manakah ia mulai diajarkan? Apakah dia menjadi mata pelajaran tersendiri atau bersinergi dengan mata pelajaran yang lain?

Pengetahuan dasar kefarmasian ini berhubungan dengan penggunaan zat aktif yang bertanggung jawab, maka ada baiknya pengetahuan dasar kefarmasian diberikan pada level Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan perkiraan usia 15 – 18 tahun, anak dipandang sudah bisa bertanggung jawab atas aplikasi pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah.

Dalam memberikan mata pelajaran pengetahuan dasar kefarmasian memang perlu diperhatikan unsur kehati-hatian. Sebab jikalau tidak, bisa berakibat pada penyalahgunaan obat-obatan yang dipelajari oleh mereka. Oleh sebab itu, pesan moral dan tanggung jawab harus mendapatkan porsi yang besar selama mengajarkan mata pelajaran pengetahuan dasar kefarmasian.

Kemudian secara teknis pengajaran, mata pelajaran pengetahuan dasar kefarmasian pada tahap awal masih bisa diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Penulis telah mempelajari kurikulum 2013 yang akan diterakapkan pada Sekolah Menengah Atas. Setelah dipelajari secara sekasama, mata pelajaran yang paling cocok dan memiliki kedekatan dengan pengetahuan dasar kefarmasian adalah mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Dalam matriks kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehata terbagi menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Pada Kompetensi Inti dijabarkan dalam empat poin penting. Kemudian setiap poin Kompetensi Inti dijabarkan lagi menjadi beberapa sub poin yang menjadi Kompetensi Dasar.

Setelah penulis mengkaji secara seksama tentang Kompetensi Inti maupun Kompetensi dasar mata pelajaran tersebt, ternyata hampir semua poin bermuara pada upaya menjaga kesehatan yang bersifat ketangkasan gerakan olahraga. Sedangkan poin pengetahuan kesehatan yang berkaitan dengan makanan, vitamin, obat maupun pola hidup sehat belum cukup terakomodir.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, tanpa merubah struktur bangunan kurikulum yang telah dirancang, pengetahuan dasar kefarmasian dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada level Sekolah Menengah Atas (SMA) pada semua tingkatan. Pengetauan dasar kefarmasian ini dapat masuk sebagai sub pengetahuan kesehatan dalam mata pelajaran tersebut.

Apa saja yang menjadi materi dasar kefarmasian yang sesuai dengan level SMA? Sebagai gambaran awal yang penulis usulkan, misalnya: mengenal berbagai zat aktif dalam obat dan kegunaanya dalam menyembuhkan penyakit. Selanjutnya para ahli farmasi dapat merumuskan lebih lanjut pengetahuan dasar kefarmasian, apa saja yang cocok untuk diberikan pada anak-anak remaja setingkat SMA. Rumusan tersebut kemudian disodorkan pada pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Seandainya pelajaran pengetahuan dasar kefarmasian diterima di sekolah, ini akan menjadi langkah awal Obat Generik Berlogo memasuki gerbang sekolah. Dalam waktu yang bersamaan ia dapat mengambil ruang memperkenalkan diri. Langkah ini menjadi semacam langkah afrimatif untuk mengangkat derajad Obat Generik Berlogo yang selama ini tenggelam di pusaran persaingan pasar farmasi.

Obat Generik Berlogo di Hati Siswa

Setelah pengetahuan dasar kefarmasian diterima sebagai sub mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di sekolah, di sini akan menjadi langkah awal sosialisasi Obat Generik Berlogo sejak dini. Guru pengajar dapat menjelaskan perbedaan obat yang beredar di kalangan masyarakat.

Para remaja SMA memiliki waktu yang cukup luas untuk mengetahui apa itu obat paten, obat generik bermerek dan Obat Generik Berlogo. Guru dapat menjelaskan panjang lebar apa yang dimaksud dengan paten? Kenapa suatu obat masih dilindungi hak paten? Sampai kapan berlaku hak paten? Mengapa obat generik dibedakan berdasarkan merek dan logo? Dan semua hal yang berkaitan dengan obat?

Selain memberikan pengetahuan teoritis tentang pengetahuan dasar kefarmasian, guru juga dapat memperagakan contoh-contah obat dari berbagai jenis: obat paten, obat generik bermerek dan Obat Generik Berlogo. Siswa diajak untuk membaca unsur-unsur yang terkandung dalam obat dari keterangan yang tercantum pada kemasan obat tersebut. Dengan begitu, siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang utuh dan mendetail tentang obat.

Oleh karena selama ini masyarakat sering terkecoh dengan kemasan obat generik bermerek, maka guru dapat menjelaskan kepada siswa bahwa zat aktif yang terkandung di dalam keduanya sama. Segala mitos yang melemahkan derajad Obat Generik Berlogo selama ini dapat ditampik jauh-jauh. Sehingga Obat Generik Berlogo dapat merebut kembali hati masyarakat. Merambat pelan melalui para siswa sebagai duta Obat Generik Berlogo.

Upaya memasukan pelajaran pengetahuan dasar kefarmasian di sekolah adalah upaya meretas jalan untuk Obat Generik Berlogo. Obat Generik Berlogo memang pantas mendapat perlakuan khusus. Sebab Obat Generik Berlogo adalah obat yang memang disediakan untuk masyarakat. Murah, tetapi tetap berkualitas.

Pengetahuan dasar kefarmasian yang diberikan kepada remaja SMA, diharapkan menjadi awal proses penyadaran masyarakat akan obat. Proses yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan adalah langkah nyata untuk menjawab mitos yang melemahkan Obat Generik Berlogo. Mudah-mudahan uraian singkat ini hadir sebagai pematik awal semangat membumikan Obat Generik Berlogo. Semoga!

Ilustrasi: klikdokter.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon