Rabu, 01 Mei 2013

Obat Generik Berlogo, Informasi dan Partisipasi

Ilustrasi Obat Generik
Prolog

Tak ada bahagia dan nikmat tertinggi, melainkan bahagian dan nikamat saat tubuh sehat dan bugar. Makanan yang enak, barang-barang mewah dan harta berlimpah terasa sia-sia belaka kala tubuh digerogoti penyakit. Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Setiap orang pasti menginginkan sehat. Tapi terkadang penyakit datang tak berkabar berita. Penyakit bisa menghinggapi siapa saja. Tak peduli miskan atau kaya. Tak peduli tua atau muda. Tak peduli pejabat atau jelata. Semua bisa sakit.

Bayangan biaya obat-obatan mahal selalu bergentayangan, menghatui masyarakat di kala sakit. Bahkan bayangan itu lebih menyakitkan ketimbang penyakit yang diderita. Kita selalu berpikir: obat-obatan yang manjur itu pasti bermerek dan mahal. Lalu kita berusaha mendapatkan yang bermerek. Bagaimana pun caranya. Walau harus menjual harta apa saja yang kita miliki.

Andaikan kita memiliki informasi yang cukup mengenai obat, seharusnya kita tidak sampai demikian. Obat Generik Berlogo adalah pilihan tepat agar kita tak dihantui oleh harga obat yang selangit. Kita kerap terkecoh oleh merek dan kemasan. Ditambah pula dengan gencarnya promosi obat bermerek membuat kita mencampakkan Obat Generik Berlogo. Kita tidak tahu, sebetulnya kandungan zat aktif di dalam keduanya sama saja. Lagi-lagi minimnya informasi membuat kita terlanjur menjatuhkan vonis: obat generik itu obat kelas dua, obat yang kurang manjur, obat untuk orang-orang miskin, dan seterusnya.

Nah, agar kita tak terjebak selamanya dalam kesalahan menilai obat, ada baiknya kita mencari informasi terkait. Obat itu digolongkan menjadi dua saja, yakni obat paten dan obat yang telah habis masa patenya atau sering disebut off patent (cikal bakal obat generik). Obat paten ini masih dilindungi hak paten yang melekat pada orang yang telah berjasa melakukan penelitian, hingga menemukan obat tersebut.

Perusahaan yang akan memproduksi obat tersebut wajib membayar hak paten sebesar jumlah yang disepakati kepada si peneliti. Pembayaran tersebut sebagai pengganti biaya, tenaga dan pikiran si penemu obat. Itulah sebab, mengapa obat paten menjadi mahal. Perusahaan obat selain harus menanggung biaya produksi, biaya promosi, juga wajib membayar paten. Otomatis biaya-biaya tersebut dibebankan kepada konsumen.

Hak paten hanya berlaku selama 10-20 tahun. Setelah itu obat tersebut boleh diproduksi tanpa harus membayar biaya paten. Obat yang telah habis masa paten inilah yang disebut dengan obat generik. Obat generik ini terbagi lagi menjadi dua macam, yakni obat generik bermerek dan obat generik berlogo.

Obat generik bermerek diproduksi oleh perusahaan obat menggunakan nama atau merek masing-masing perusahaan. Sedangkan Obat Generik Berlogo diproduksi dengan nama zat aktif terkadung dalam obat tersebut. Contohnya: Parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, Amoksisilin, Cefadroxyl, Loratadine, Ketoconazole, Acyclovir, dan lain-lain. Obat-obat tersebut sama persis antara nama yang tertera di kemasan dengan kandungan zat aktifnya.

Kendati berbeda istilah, keduanya tetap sama-sama berasal dari obat yang telah habis masa patennya. Seluruh kandungan dan jumlah zat aktif di dalamnya sama persis. Artinya, daya kerja kedua jenis obat ini di dalam tubuh juga sama. Tingkat kemanjurannya sama.

Lantas mengapa harga obat generik bermerek lebih mahal ketimbang obat generik berlogo? Obat generik bermerek diproduksi sepenuhnya oleh perusahaan obat tanpa campur tangan pemerintah. Selain harus membuat kemasan yang tampak menarik, ia juga harus melakukan promosi besar-besaran. Lagi-lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahan obat generik bermerek tetap tinggi.

Sebaliknya, proses produksi Obat Generik Berlogo dikontrol ketat oleh pemerintah. Agar lebih efisien, Obat Generik Berlogo diproduksi dalam jumlah besar, kemasanya dibuat sederhana dan tidak dilakukan promosi secara besar-besaran. Harga Obat Generik Berlogo sudah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjangkau obat di kala sakit. Itulah faktor-faktor yang menyebabkan harga Obat Generik Berlogo menjadi murah. Sebetulnya, program pemerintah menyediakan Obat Generik Berlogo ini sudah dimulai sejak tahun 1989.

Genta OGB (Gerakan Cinta Obat Generik Berlogo)

Genta OGB adalah sebuah gerakan sosial yang ditawarkan oleh penulis. Sebuah gerakan untuk menyadarkan masyarakat kita agar mencintai dan menggunakan Obat Generik Berlogo. Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menarik benang merah—kurang minatnya masyarakat terhadap Obat Generik Berlogo bukan karena kekurangan Obat Generik Berlogo dalam hal daya kerja mengobati penyakit, melainkan ia terdistorsi dalam kubangan informasi yang minim tentang dirinya.

Modal sosial masyarakat Indonesia untuk membangun gerakan solidaritas sangat besar. Ini bukan isapan jempol semata. Terbukti, dari beberapa fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, masyarakat kita begitu cepat meresponnya. Contohnya: gerakan koin untuk Prita, gerakan pengumpulan sendal jepit, gerakan solidaritas nenek yang dituduh mencuri beberapa biji kakao, dan masih banyak lagi kasus-kasus serupa. Semuanya menunjukan gairah solidaritas masyarakat kita atas derita dan ketidakadilan yang menimpa sesama.

Mengapa perlu dilakukan gerakan? Sebab selama ini berbagai informasi mengenai Obat Generik Berlogo terbatas. Informasi itu hanya diketahui oleh segelintir orang. Bisa jadi informasi itu hanya tersimpan rapi dalam rak-rak perpustakaan. Terpendam dalam situs-situs dunia maya. Masyarakat luas tak mengetahui itu semua. Sementara iklan obat generik bermerek melalui berbagai media massa menyilaukan kesadaran. Obat Generik Berlogo semakin tenggelam.

Genta OGB harus menjadi gerakan moral. Gerakan yang bertolak dari rasa solidaritas terhadap sesama, bahwa kesehatan milik kita semua. Bahwa betul, kesehatan itu mahal harganya, tetapi membeli obat tidak harus mahal. Genta OGB adalah gerakan membumikan informasi sebenarnya tentang Obat Generik Berlogo. Setiap orang dapat berpartisipasi dalam gerakan ini. Berbagai pihak bergabung secara sukarela dan memainkan peran sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Pihak pemerintah dapat membuat regulasi yang lebih pro pada Obat Generik Berlogo. Misalnya mewajibkan produsen obat generik bermerek juga mencantumkan logo generik pada produk mereka. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat tidak terkecoh dengan merek. Selama ini masyarakat sering menyalahartikan obat generik bermerek sebagai obat paten. Celakanya lagi, kata “paten” itu diarikan sebagai manjur. Padahal sama-sama berjenis generik.

Iklan layanan masyarakat yang menganjurkan penggunaan Obat Generik Berlogo melalui media massa tetap harus dilakukan. Memang tak perlu sekencang iklan obat bermerek. Yang peting tetap berkesinambungan untuk mengimbangi iklan obat bermerek. Ini bukan persoalan persaingan obat generik bermerek dengan obat generik berlogo. Ini bukan persoalan membatasi kesempatan usaha produsen obat generik bermerek. Tetapi ini adalah persoalan memberikan informasi yang benar, jujur dan berimbang kepada masyarakat.

Kalangan artis dan seniman bisa turut berpartisipasi dengan menggunakan popularitasnya sebagai duta Obat Generik Berlogo. Mereka menghibahkan sebagian waktu luang untuk mengkampanyekan Obat Generik Berlogo. Ketika diminta menjadi bintang iklan layanan masyarakat tentang Obat Gerik Berlogo, diharapkan mereka bersedia secara sukarela. Sebab obat generik berlogo tetap harus murah.

Kalangan mahasiswa membumikan informasi Obat Generik Berlogo melalui seminar, lokakarya, diskusi, dan berbagai kegiatan kampus. Bila perlu melalui aksi simpatik di jalan-jalan untuk menganjurkan penggunaan Obat Generik Berlogo. Idialesme mahasiswa adalah idielisme pro rakyat. Dan jalan sehat pro rakyat adalah memilih obat generik berlogo. Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dapat melakukan advokasi dan pengawasan penggunaan Obat Generik Berlogo.

Kalangan pegiat media sosial dapat menggunakan berbagai jenis media sosial untuk menyebarluaskan informasi terkait Obat Generik Berlogo. Kita dapat memanfaatkan facebook, twitter, blog, mailing list, youtube dan lain-lain. Penulis sendiri telah membuat sebuah halaman facebook Genta OGB (Gerakan Cinta Obat Generik Berlogo). Penulis berharap, dengan adanya halaman ini, setiap anggota grup dapat mencurahkan informasi, pengalaman, permasalahan, kendala dan menjadi ruang diskusi perihal Obat Generik Berlogo.

Hasil yang ingin dicapai dari Genta OBG ini tak lain, yakni agar masyarakat/pasien menjadi sadar akan hak-haknya mendapatkan obat yang murah dan berkualitas. Mereka tidak ragu-ragu lagi menanyakan Obat Generik Berlogo saat diberikan resep. Jika diberi obat bermerek tak segan-segan menanyakan, “Apakah tersedia jenis Obat Generik Berlogo?”. Masyarakat menjadi masyarakat yang kritis akan hak-haknya mendapatkan obat murah dan berkualitas. Ilusi semu yang dibagun oleh obat bermerek dibuang jauh-jauh.

Selanjutnya dengan adanya Genta OBG ini, para dokter dan tenaga medis secara sadar memberikan resep Obat Generik Berlogo kepada pasien. Para dokter dan tenaga medis ini juga harus menjadi duta Obat Generik Berlogo yang siap setiap saat menjelaskan kepada masyarakat/pasien, bahwa tak ada perbedaan manfaat antara obat generik bermerek dengan Obat Generik Berlogo. Peran dokter dan tenaga medis ini sangat besar dalam menyukseskan sosialisasi Obat Generik Berlogo. Sebab perkataan dan rekomendasi merekalah selema ini yang paling didengarkan oleh pasien.

Terakhir, penulis sungguh berharap, jangan lagi ada berbagai kebijakan yang setengah hati, kebijakan yang menggantung nasib rakyat banyak, seperti halnya nasib Obat Generik Berlogo yang masih mengambang di tengah pergulatan dan persaingan bisnis di bidang farmasi. Kita tak boleh main-main dengan obat. Sebab obat murah dan berkualitas tidak hanya berguna mengobati sakit jasmani masyarakat, tetapi mewujudkan obat murah dan berkualitas adalah resep mujarab mengobati hati masyarakat yang telah lama merindukannya. Semoga!

Ilustrasi: klikdokter.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon