Jumat, 01 Maret 2013

Kiat Menulis Berita Kisah

Ilustrasi
Gairah menulis jurnalistik di kalangan pelajar Bali membuat Ananta merasa tertantang menulis buku ini. Pria jebolan Fakultas Pertanian Unud ini menyayangkan semangat yang begitu kuat dari pelajar maupun pegiat pers pemula, namun tak dibarengi dengan pembinaan dan penyediaan referensi yang tepat dengan harga terjangkau.

Menulis dengan Hati adalah sebuah istilah yang digunakan oleh sang penulis sebagai berita kisah (Features). Mengapa harus denghan hati? Karena dalam penyajian berita kisah lebih banyak menonjolkan sisi kemanusiaannya. Maka, mulai dari penggalian berita sampai dengan penyajian tulisan diperlukan sebuah perasaan simpati terhadap obyek yang diangkat dalam tulisan.

Yang menarik dari buku ini dalah bentuk penulisan dibuat dalam format tanya jawab imaginer. Penulis seakan-akan telah tahu apa yang sering ditanyaklan oleh pegiat pers pemula menyangkut teknik menulis berita kisah, kemudian penulis menjawabnya sendiri dengan bahasa yang ringan (gaul).

Selain itu, agar tidak menimbulkan kejenuhan dalam membaca, maka pada beberapa bagian dari tulisan diselingi denngan gambar-gambar kartun lucu. Sehingga membaca buku ini terkesan bagai membaca sebuah komik.

Buku ini nampaknya sengaja dikemas dalam bentuk yang sangat sederhana tapi menarik. Menggunakan jenis kertas buram yang notabene merupakan harga kertas yang paling murah. Hal ini semata-mata dimaksudkan agar harga buku bisa terjangkau oleh para pelajar maupun pegiat pers pemula.

Sebuah pilihan yang cukup cerdas, memang. Karena di tengah situasi perekonomian yang serba berantakan seperti ini tidak seharusnya kita mengedepankan perfomens, namun yang lebih utama adalah esensi yang mau disampaikan. 

Judul Buku : MENULIS dengan HATI; Penulis : I Wayan Ananta Wijaya Penerbit : Popndok Baca A & A; Tahun Terbit : April 2003; Karikatur : Made Panca D; Desain : Ketut Kerug; Tebal : 115 halaman

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon