Kamis, 03 Januari 2013

Vertikultur Hemat Biaya dan Tenanga

Contoh Tanaman Vertikultur
Untuk menjalankan kegiatan vertikultur tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Sebab pada prinsipnya vertikultur berangkat dari semangat memanfaatkan benda-benda di sekitar. Dalam memilih wadah media tanam tak perlu mahal. Bila pipa pvc dianggap terlalu mahal sebagai wadah media tanam, kita masih punya banyak pilihan untu dimanfaatkan, misalnya: botol plastik, kaleng bekas, bambu, karung bekas. Pokoknya apa saja yang bisa digunakan, dengan syarat bahwa media tersebut cukup kuat dan bisa bertahan lama. Satu semboyan yang harus selalu diingat, “Tak ada rotan, akar pun jadi”.

Untuk media tanam vertikultur sendiri, sudah tersedia dalam bentuk pupuk kompos yang dijual dengan harga murah. Unsur-unsur yang terkandung di dalamnya pun sudah cukup memenuhi syarat media tanam vertikultur. Tempat penjualan pupuk kompus biasanya terdapat di sentra-sentra penjualan tanaman hias.

Bila media tanam vertikultur berupa pupuk kompos masih dianggap mengeluarkan biaya ekstra, maka kita dapat membuat pupuk kompus sendiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Sisa potongan sayur, sisa makanan dan bahan-bahan organik lainnya adalah bahan pembuatan pupuk kompos yang berkualitas. Anda mendapatkan dua manfaat sekaligus dari kegiatan ini. Di satu sisi anda tak perlu repot dengan bau busuk limbah tersebut, di sisi lain anda mendapatkan manfaat secara ekonomis.

Bagi instansi pemerintah maupun swasta yang selama ini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menggaji tukang kebun untuk mengurus taman, tinggal mengganti saja isi taman tersebut dengan tanaman vertikultur yang bermanfaat. Tanaman bunga tinggal diganti dengan tanaman sayur-sayuran dan tanaman pangan yang memenuhi syarat untuk ditanam secara vertikultur. Dengan begitu, anda juga memndapatkan keuntungan sekaligus. Di satu sisi hasil penjualan tanaman vertikultur dipakai untuk menggaji tukang kebun, di sisi lain kantor anda akan mendapatkan keindahan dari penataan tanaman vertikultur.

Melakukan kegiatan vertikultur tidak seperti melakukan kegiatan pertanian konvensional. Anda tak perlu membajak sawah. Anda tak pelu repot-repot untuk mengawal pengairan. Apa lagi harus begadang semalam suntuk untuk menjaga tanaman anda dari serangan hama seperti babi hutan. Sistem vertikultur memang dirancang untuk menghemat tenaga.

Sistem vertikultur memudahkan anda untuk mengontrol tanaman yang ada dalam wadah media tanam. Posisi tanaman yang tersusun secara vertikal, tentu menghemat tenaga untuk mengontrol tanaman dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Sistem vertukultur juga sangat hemat tenaga dalam melakukan penyiraman tanaman. Hanya dengan menggunakan satu saluran saja, seluruh tanaman dijamin mendapatkan pasokan air secara merata. Anda pun bisa membuat sistem penyiraman tanaman vertikultur secara otomatis. Caranya dengan merancang selang-selang penyiraman yang terhubung dari bak penampungan air ke bagian atas wadah media tanam. Jadi, penyiraman tanaman vertikultur cukup dilakukan hanya dengan membuka kran saja, air akan mengalir ke seluruh tanaman.

Jadi, kesimpulannya, oleh karena sistem vertikultur itu menggunakan ruangan sempit untuk menanam lebih banyak tanaman. Atau dengan kata lain memanfaatkan ruangan sempit untuk hasil sebesar-besarnya, maka tentu saja secara ekonomis, vertikultur menghasilkan keuntungan besar. Karena ruang kontrol yang kecil dalam sistem vertikultur, maka otomatis ruang gerak anda juga kecil. Jadi, tenaga yang dikeluarkan juga kecil.

Ilustrasi : pinterest.com 

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon