Sabtu, 25 Agustus 2012

Strategi “Jemput Bola” Penjahit Keliling

Hamdan tengah mengerjakan permintaan pelanggan.
Perlahan-lahan saya mesuki Gang Pujangga I, Jl. Pulau Biak II, Denpasar. Di kawasan tersebut tampak warga sibuk dengan aktivitas masing-masing. Kali inisaya menelusuri tempat tinggal penjahit keliling.

Di depan halaman sebuah kos-kosan, berjejer 3 buah gerobak roda tiga . Grobak mirip becak tersebut milik Hamdan (23) dan dua orang kawannya. Mereka adalah tukang jahit keliling yang kerap beroperasi di wilayah Denpasar.

Hamdan sedang membersihkan kepala mesin jahit saat Swaberita menyamparinya di kamar kos. Beberapa bagian mesin diolesi dengan minyak pelumas agar tetap awet. Saat istirahat, kepala mesin jahit sengaja dicopot dari grobak agar tak karatan bila terkena air hujan. Selain itu, juga demi alasan keamanan.

Pagi hari menjadi waktu agak santai, sebab Hamdan dan kawan-kawan mulai keluar pada siang hari. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan segala peralatan dan bahan-bahan seperti benang, kacing dan resleting.“Berdasarkan pengalaman selama ini, penguna jasa kami biasanya lebih banyak pada sore hari, pada waktu orang pulang dari tempat kerja,” tutur Hamdan.

Pada dasarnya, penjahit keliling seperti Hamdan melayani berbagai reparasi semua jenis pakaian. Namun, permintaan yang paling banyak dilayani adalah reparasi celana berbahan jeans. Besarnya tarif tergantung jenis dan bagian yang dikerjakan. Ganti resleting misalnya, dipungut biaya sebesar Rp 10.000,-. Mengecilkan pinggang Rp 10.000,-. Mengecilkan bagian bawah Rp 10.000,-. Potong Rp 5.000,- dan tambal Rp 3.000,-.

Penghasilan Hamdan rata-rata Rp 80.000,- tiap hari. Dari pekerjaannya, Hamdan bisa menghidupi diri serta dua orang anak dan seorang istri yang ia tinggal di kampung, Pekalongan, Jawa Tengah. Bila rejeki sedang mujur, Hamdan bisa mengirim Rp 500.000,- setiap bulan. Musim hujan menjadi waktu yang kurang menguntungkan bagi Hamdan. Gerobak bisa diparkir berhari-hari di depan kos karena tak bisa kemana-mana akibat hujan.

Tiga tahun sudah, Hamdan menjadi penjahit keliling. Menurutnya menjadi penjahit keliling lebih menyenangkan dibandingkan kerja di garmen. Interaksi dengan pelanggan di lokasi berbeda menjadi kesenangan tersendiri baginya. “Selama ini pelanggan merasa cukup puas dengan jasa yang saya berikan. Alhamdulillah, saya belum pernah dikomplin oleh pelanggan,” ungkap Hamdan dengan senyum bahagia.

Beberapa pelanggan kerap meminta nomor telephon Hamdan. Apabila butuh jasa jahit keliling pada waktu Hamdan tak lewat di lokasi tempat tinggal pelanggan, pelanggan dapat menghubungi Hamdan melalui nomor 081 999 566 831. Anda butuh jasa tukang jahit? Hubungi Hamdan!

(Tulisan dimuat di Majalah Bisnis M&I)

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon