Selasa, 07 Agustus 2012

Membangun Wirausahawan Kampus

Ilustrasi pengusaha muda
Koperasi merupaka salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan bersama bagi aggota yang tergabung di dalamnya. Demikian pula halnya dengan Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana atau yang biasa disingkat Kopma Unud.

Kopma Unud didirikan pada tanggal 7 Desember 1985. Latar belakangnya sederhana, yakni karena meningkatnya kebutuhan mahasiswa terhadap sarana dan prasarana penunjang perkuliahan di kampus.

“Untuk menjawab kebutuhan tersebut Kopma menyediakan sebuah toko kecil. Dari pada mahasiswa membeli barang-barang kebutuhan di tempat lain, lebih baik mereka membeli di Kopma, toh keuntungannya buat mahasiswa juga. Hal ini sesuai dengan filosifi koperasi yang mengusung nilai-nilai demokrasi dalam bidang ekonomi. Koperasi dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota,” demikian papar IGN. Agung Ariwiantara, Ketua Umum Kopma Unud.

Layaknya sebuah koperasi pada umumnya, Kopma Unud memiliki kelengkapan organisasi. Terdiri dari Ketua Umum, Sekretasis Umum, Bendaha I, Bendahara II, Bidang Organisasi, Bidang Simpan Pinjam, Bidang Personalia, Bidang Usaha, Bidang Penelitian dan Pengembangan, dan Pengawas.

Bidang organisasi membawahi beberapa divisi yakni Divisi Pendidikan, Kaderisasi, Komuniksasi dan Informasi, Divisi Inventarisasi dan Divisi Kerohanian. Sedangkan Bidang Usaha membawahi Divisi Internet, Divisi Fotokopi dan Divisi Bursa dan Kantin.

Selain itu Kopma unud juga menerbitkan sebuah buletin dengan nama SERASI singkatan dari Selaras Sambung Rasa Insan Muda Perkoperasian. Media ini sebagai upaya untuk membangun komunikasi antara pengurus dengan anggota juga sebagai jembatan komunikasi Kopma Unud dengan dunia luar.

Ari mengaku bahwa saat ini unit usaha yang masih eksis hanya bursa kantin dengan gaya barunya. Berkat kerja keras bidang usaha, akhirnya membawa hasil yang tak terduga. Namun demikian, Ari mengaku saat ini Kopma Unud sedang merancang sebuah rencana bisnis yakni usaha Rental Pengetikan di Kampus Bukit Jimbaran.

“Sebetulnya rencana ini berangkat dari masalah yang dihadapi oleh kawan-kawan mahasiswa. Saya perhatikan setiap kuliah pagi banyak kawan yang terkambat masuk kuliah lantaran harus ngeprint tugas di rental pengetikan. Di bukit rental pengetikan cuma satu saja, dan itu membuat kawan harus ngantri dalam waktu yang cukup lama untuk nunggu giliran. Saya pikir masalah ini menjadi peluang,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi ini.

Saat ini anggota Kopma Unud yang terdaftar mencapai 3000 orang mahasiswa. Namun, menurut Ari hanya sekitar 70 orang mahasiswa yang aktif, didominasi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi. Dirinya mengaku bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kesadaran untuk bergabung dalam Kopma.

“Padahal dengan bergabung di Kopma, khususnya kawan-kawan Fakultas Ekonomi dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan. Disinilah kampus nyata, karena kita melakukan hal-hal yang langsung berhubungan dengan ilmu yang kita pelajari. Kalau di kampus diajarkan membuat laporan keuangan, disini kita membuatnya, kalau di kampus diajarkan membuat business plan, disini kita melakukannya, kalau di kampus diajarkan tentang manajemen, di sinilah laboratoriumnya,” tambahnya.

Ilustrasi : www.ethicsandentrepreneurship.org

(Tulisan dimuat di Majalah Bisnis M&I) 

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon