Rabu, 29 Agustus 2012

KSU Seraya Kanti

Rapat Pengurus Koperasi
Gusti Kade Budiarstra (37), Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Seraya Kanti sibuk menyiapkan tempat pertemuan di Balai Banjar Baler Setra Madewi, Pekukutan, Jembrana. Ia menyapu lantai, menggelar karpet, menyipkan air kemasan, membagi penganan dalam beberapa piring, lalu menyipkan papan tulis. Ia dibantu oleh Gusti Komang Kardika (40) sekretaris koperasi. Malam itu akan digelar pertemuan untuk membahas beberapa rencana pengembangan usaha koperasi.

Satu per satu anggota koperasi hadir di balai banjar. Percakapan dalam suasana akrab berlangsung antar warga yang hadir lebih awal. Macam-macam topik dibicarakan. Mulai dari hama ulat tanaman kakao yang meresahkan warga akhir-akhir ini, sampai kasus korupsi yang marak diberitakan media massa belakangan tak lepas dari pembicaraan, sebab keduanya sama-sama meresahkan.

Jam tangan menunjuk pukul tujuh. Pertemuan pun segera dimulai. Kardika yang juga Kelian Banjar Baler Setra membuka acara. Setelah acara di buka dilanjutkan dengan mengidentifikasi permasalah yang kerap dihadapi oleh warga selama ini. Peserta rapat dibagi dalam beberapa kelompok, yakni kelompok pemuda, kelompok petani, dan kelompok peternak.

Permasalahan yang kerap diungkapkan oleh peserta rapat yakni kurangnya modal untuk merintis usaha baru. Selain itu, warga mengeluhkan kecilnya hasil pertanian maupun peternakan akibat belum mampu mengakses pasar.

“Apa yang kami kerjakan selama ini seakan sia-sia belaka. Bagi yang bertani, saat musim tanam mengeluarkan banyak biaya. Begitu pula bagi yang memelihara hewan ternak seperti babi dan sapi. Tak sedikit biaya. Sayangnya, ketika panen tiba harga sering anjlok. Kami mohon pengurus koperasi memperhatikan hal ini,” ungkap salah satu peserta rapat.

Kelompok pemuda mengusulkan untuk membuat media sosialisasi lowongan pekerjaan. Kelompok petani mengusulkan agar koperasi menyediakan keperluan petani semisal pupuk, bibit, obat-obatan tanaman dan alat pertanian. Sedangkan kelompok peternak meminta koperasi untuk menjembatani penjualan hasil ternak agar tak jatuh di tangan tengkulak.

“Semua usulan anggota akan dibahas kembali oleh pengurus. Kita akan melakukan analisa usulan mana yang menjadi prioritas dan memungkinkan untuk kita laksanakan saat ini. Penyediaan kebutuhan pertanian bisa diprioritaskan. Hal ini sangat penting, mengingat tingginya biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani saat musim tanam,” ungkap Budi di sela-sela rapat malam itu.

Budi dan Kardika memiliki cita-cita besar saat merintis berdirinya KSU Seraya Kanti sejak tahun 2007 yang silam. Dengan modal awal Rp 550.000,- kedua pemuda itu perlahan-lahan meyakinkan warga akan manfaat menjadi anggota koperasi. Awalnya hanya 10 orang yang berminat. Namun, setelah melihat keuntungan menjadi anggota koperasi, warga pun semakin banyak yang berminat.

“Kami selalu meyakinkan setiap warga akan keuntungagan berkoperasi. Setiap hari tentu warga membelanjakan uang untuk membeli berbagai kebutuhan. Nah, kalau dipikir-pikir, saat kita membelanjakan uang ke toko atau warung orang lain, tentu keuntungannya akan masuk kantong pemilik toko itu. Tapi, kalau kita belanja di koperasi kita sendiri, tentu keuntunggannya masuk koperasi. Keuntungan tersebut akan diperoleh kembali oleh anggota,” ucap Budi menjelaskan caranya meyakinkan warga.

Budi memiliki impian, kelak ke depan koperasi bisa memiliki semacam industri pengolahan hasil pertanian. Impian ini berangkat dari keprihatinannya pada kondisi perekonomian warga tergolong masih rendah. Masih banyak pemuda yang menganggur. Dengan adanya perusahaan, ia berharap mereka bisa bekerja. “Saat ini, keinginan tersebut memang masih sebatas angan-angan. Tapi, bila itu dikerjakan dengan usaha nyata, pasti akan terwujud,” kata Budi.

Malam semakin larut. Rapat pun berakhir. Warga pulang dengan sejuta harapan yang dititipkan pada pengurus koperasi. Sementara Budi dan Kardika dibatu pengurus koperasi lainnya membereskan kembali tempat pertemuan. Notulensi rapat dirapikan agar usulan setiap orang yang hadir tak ada yang tercecer.

(Tulisan dimuat di Majalah Bisnis M&I)

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon