Kamis, 05 Juli 2012

Walhi Bali Menjadi Pengungsi Iklim

Tenda Pengungsi Perubahan Iklim
Saya baru sempat membuka kembali file-file lama. Secara tak sengaja saya temukan beberapa artikel yang akan lebih bermanfaat bila dipublikasikan. Berukut ini merupakan kliping berita yang pernah di muat di majalah Jagad Hita yang diterbitkan oleh Walhi Bali 2010.
 ***

Masyarakat kini semakin akrab dengan kata Global Warming (Pemanasan Global) dan Climate Change(Perubahan Iklim). Sebab dampak pemanasan global kini mulai dirasakan oleh masyarakat.

Di Denpasar misalnya, akhir-akhir ini masyarakat mulai mengeluhkan peningkatan suhu udara yang tak wajar lagi. Selain itu, pada musim hujan tiba warga selalu saja was-was karena bencana banjir selalu mengancam setiap saat.

Di desa-desa para petani semakin sulit menentukan pola tanam akibat musim yang tak menentu, bahkan petani sering mengalami kegagalan panenen. Pulau-pulau kecil seperti Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan terancam akibat kenaikan permukaan air laut yang terjadi perlahan namun pasti menggerus kawasan pesisir sehingga terabrasi dan mengecil.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Bali sebagai organisasi yang bergerak di bidang advokasi lingkungan hidup, merasa perlu untuk mengingatkan masyarakat, terutama pengambil kebijakan akan bahaya yang mengancam akibat pemanasan global.

Walhi Bali kali ini kembali melakukan kampanye megenai dampak pemanasan global dengan metode unik. Pada tanggal 18 sampai 20 Desember 2009 Walhi Bali melakukan pengungsian secara simbolik di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan. Melibatkan 50 orang pengungsi yang tergabung dalam Sahabat Walhi (SAWA) Bali. Peserta berangkat bersama-sama dari Sekretariat Walhi Bali menuju lokasi dengan membawa perlengkapan sepenuhnya.

Selama berada di kamp pengungsian peserta mengisi waktu dengan macam-macam kegiatan, antara lain: hari pertama diisi dengan diskusi ringan tentang isu-isu lingkungan dengan melibatkan Truna-Truni (Pemuda) setempat. Hal ini sengaja dilakukan agar perserta dapat membaur dan membagi pengalaman dengan kawan-kawan yang tinggal di pedesaan.

Pada hari kedua didisi dengan penanaman 500 bibit pohon Sengon dan Cempaka di sekitar pemukiman penduduk dan di areal pinggir hutan desa.

Sedangkan pada hari ketiga peserta mengikuti trackking menyusuri hutan lidung milik desa adat dengan jarak mencapai 10 kilo meter. Di sepanjang jalan yang dilewati peserta juga melakukan clean up dengan memungut sampah plastik dan sampah anorganik lainnya.

Banjar Sekartaji, Desa Sesandan Tabanan dipilih sebagai tempat pengunggsian kerena desa ini memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini terbukti dengan terjaganya hutan desa ratusan hektar tanpa ganguan tangan-tangan jahil. Tidak heran jika akhirnya desa ini menjadi desa percontohan dan mendapat predikat sebagi penjaga paru-paru bumi.

Bahaya Pemanasan Global telah mengancam keselamatan hidup kita semua. Untuk itu setiap orang harus melakukan sesuatu yang konkret untuk merubah keadaan. Dan tentu saja pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus memperhatikan secara serius bahaya yang kini berada di depan mata.

“Pembangunan di segala bidang harus dilaksanakan dalam perspektif keberlanjutan lingkungan hidup. Selama ini kami melihat pembangunan yang dilaksanakan cenderung berorientasi terhadap pertumbuhan ekonomi semata. Dengan demikian cara apapun bisa dihalalkan untuk mendapatkan income sebesar-besarnya. Gejala ini semakin terlihat pasca penerapan otonimi daerah”, demikian papar Muammar Kaddafi selaku Deputy Direktur Walhi Bali.

Lebih lanjut Kaddafi menggungkapkan bahwa pengungsian simbolik ini, dilakukan juga sebagai bentuk respon dan protes keras Walhi Bali atas keangkuhan para pemimpin negara-negara maju seperti Amerika Serikat yarng tidak punya itikad baik untuk menurunkan tingkat emisi pembuangan gas CO2 sebagai penyebab timbulnya efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon