Jumat, 27 Juli 2012

MayHam Iflava - Buah Kreasi Entrepreneur Muda

Distro MayHam
Siang itu, udara Kota Denpasar terasa panas menyengat kulit. Saya menyusuri Jalan Barito, Panjer. Di antara bangunan dan ruko terdapat dua gerai yang menarik perhatian setiap pelintas jalan. Di halaman depan terdapat dua neon box. Masing-masing bertuliskan MayHam dan Iflava. Di sana, ada tunas muda entrepreneur sedang tumbuh. Di sana, ada pucuk-pucuk kreativitas sedang merambat pada ranting waktu di jamannya.

Setahun yang lalu, Janz (25), Febri (25) dan Evan (21) tengah asyik mendiskusikan sesuatu yang agak serius. Janz dan Febri berkecimpung di dunia band sedangkan Evan berkecimpung di dunia clothing. Ketiga anak muda ini berusaha memadu-padankan potensi masing-masing, agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mereka sangat yakin bahwa dunia yang mereka geluti selama ini tak sia-sia.

Pada tanggal 21 Desember 2010, seluruh kreativitas dan ide-ide liar yang mengawang selama ini diwujudkan dalam bentuk distro dengan nama dan merk MayHam. MayHam bukan sekedar ikut-ikutan. Di balik itu semua, ada kreativitas dan kerja keras sedang dipertaruhkan.

“Selama ini, anak band selalu dicitrakan dengan gaya hidup hura-hura dan sering pula dilekatkan dengan berbagai kenakalan remaja. Kami ingin membuat alibi (red: bantahan) terhadap pandangan semacam itu. Bergelut di dunia dan bidang apapun selalu ada sisi positif dan negatifnya. Pengalaman kami yang beragam justeru menjadi potensi positif. Hal-hal kecil seperti ini menjadi sebagian dari bukti kreativitas anak muda,” ungkap Janz, salah satu komponen MayHam.

MayHam menyediakan berbagai jenis pakaian anak muda, mulai dari sepatu, baju, jaket, topi, celana dan berbagai aksesoris yang biasa dikenakan oleh anak-anak band. Dari sekian banyak produk yang dipajang, sepatu menjadi produk andalan. Sepatu dengan merk MayHam merupakan karya anak-anak MayHam sendiri.

MayHam punya cara jitu ala anak muda untuk mempromosikan seluruh produknya. Sesekali MayHam menyelenggarakan acara pentas musik di halaman gerai. MayHam juga menyokong beberapa grup band. Caranya dengan menyediakan produk untuk dekenakan oleh pemain band.

“Clothing itu identik dengan anak band. Saat pemain manggung, penonton yang mayoritas anak muda akan melihat pakaian apa yang mereka kenakan. Oh, ternyata merknya MayHam! Tentu penonton akan mencaritahu, dimana dan gimana agar bisa ngedapetin produknya,” ungkap Janz, pemuda yang juga menjadi manager grup band “Tol Band Tol” ini dengan ekspresi ceria.

Tak henti-henti MayHam mengeksekusi ide liar yang berseliweran. Terobosan lain dilakukan dengan menggandeng “kingtatto” di gerainya. Bagi kaum muda yang suka buat lukisan pada media tubuh, bisa sekalian, huntingproduk di MayHam dan natto.

Harga jasa tatto cukup murah dengan kualitas nomor wahid. Proses pembuatan tatto dilakukan di ruang terbuka dalam geria MayHam. Sengaja dibuat demikian sebagai atraksi yang cukup menarik perhatian.

Ada satu lagi tempat tongkrongan asyik. iflava, letaknya persis bersebelahan dengan MayHam. iflava adalah sebuah kafe yang menyediakan berbagai menu khas kaum remaja. Terdapat es krim berbagai rasa, minuman ringan, makanan ringan, spageti, dll. Namun apapun menunya, having fan efeknya.

Nayat (27), supervisor iflava, ditengah-tengah kesibukannya menjelaskan pada saya, bahwa segmen konsumen yang menjadi target adalah kaum remaja, anak-anak usia SMP ke atas.

“iflava sendiri baru dibuka pada tanggal 14 Februari, sebulan yang lalu. Momen valentine sengaja diambil sebagai momentum yang melekat di hati kaum remaja. Hari itu sering disebut hari kasih sayang,” tutur Nayat menambahkan.

Iflava dan MayHam memiliki hubungan yang cukup dekat. Giri, pemilik iflava tak lain adalah vokalis Tol Band Tol. Kedua unit usaha tersebut sering disebut usaha keluarga, sebagai gambaran begitu dekatnya hubungan para pemilik. Berbagai event promosi sering dilaksanakan bareng. Apalagi kedua usaha tersebut punya target pasar yang sama, yakni kalangan anak muda.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon