Senin, 09 Juli 2012

Maksimalkan UU Perlindungan Anak

Tags

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kesempatan melakukan risetberkaitan dengan Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Bali. Berbagai permasalahan dan kendala kerap dihadapi oleh para penegak hukum terkait. Saya pun mendatangi berbagai pihak untuk menanyakan pesepsi mereka. Berikut hasil pembicaraan saya dengan Ni Made Sumiati, anggota DPRD Bali.

Ni Made Sumiati sebelum menjadi anggota DPRD Bali sudah sering melakukan advokasi kasus-kasus berkaitan dengan perempuan dan anak. Kini, di komosi I DPRD Bali ia juga cukup gencar mendorong perda berkaitan dengan perempuan dan anak. Perda trafficking telah dibuat. 

Sekarang ini Sumiati telah memegang draf Perda KDRT yang akan segera diusulkan dan dibahas menjadi Perda. Bila ada kawan-kawan LSM yang bisa bersinergi dalam mendorong Perda Perlindungan anak, Sumiati siap berjuang bersama.

Mengenai SKB tiga menteri tentang prinsip-prinsip restoratif justice, Sumiati berpendapat lain. Ia menilai SKB itu bertentangan dengan undang-undang, sebab sampai saat ini aparat penegak hukum tetap mengacu pada undang-undang yang memiliki kekuatan mengikat dibanding SKB menteri. Lebih lanjut, Sumiati menjelaskan bahwa yang dibutuhkan bukan SKB tiga menteri, akan tetapi memaksimalkan pelaksanaan undang-undang yang sudah ada, yakni undang-undang peradilan anak dan undang-undang perlindungan anak.

Sumiati berharap, pemerintah dapat membuat semacam rumah singgah bagi ABH saat menjalani proses hukum. Anak tidak dititipkan di LP Dewasa.

Sumiati baru-baru ini melakukan kunjungan ke Melborn, Australia. Di sana ia berdialog dengan warga negara Indonesia terkait dengan penahanan anak australia di Bali yang diduga membawa narkoba.
Menurut Sumiati, beberapa faktor  pendorong meningkatnya ABH di Bali, antara lain adalah lingkungan sosial, faktor ekonomi, dan faktor pendidikan. 

Pendidikan ini dapat dibagi dua: pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal menyangkut skill didapat di sekolah. Sedangkan pendidikan nonformal yang menyangkut mental spiritual didapat di rumah.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon