Senin, 30 Juli 2012

KOPERASI BHUANA SEGARA - Upaya Meningkatkan Ekonomi Komunal

Ketua Koperasi Bhuana Segara, Made Darpa
Koperasi Bhuana Segara yang terletak di kawasan Pantai Sanur berawal dari Suke Jukung Dewi Satayo Jana Gandhi, yakni kelompok nelayang pemilik jukung (perahu cadik) di Pantai Sanur.

Kelompok ini sudah ada sejak tahun 1967. Anggota kelompok mencapai 170 orang. Mereka, para pemilik jukung yang ditambat di sepanjang pantai Sanur, mayoritas warga setempat.

Jukung awalnya digunakan oleh nelayan sebagai sarana untuk menangkap ikan di laut. Lambat laun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi penyeberangan Sanur – Nusa Penida, jukung kemudian lebih dikenal sebagai alat transportasi laut. Kini, kebutuhan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya wisata bahari.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota, maka Made Darpa, salah satu anggota kelompok dan kawan-kawannya meningkatkan status kelompok menjadi Koperasi. Izin koperasi keluar sejak tanggal 25 Agustus 2010 lalu. Made Darpa kini depercaya anggota sebagai ketua koperasi.

Menurut Darpa, anggota yang bergabung mendapatkan berbagai keuntungan. Secara sosial kemasyarakatan, masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan pola-pola kebersamaan, termasuk dalam praktik meningkatkan kesejahteraan.

Koperasi dianggap sebagai konsep yang cocok dengan kebiasaan masyakat. Keuntungan koperasi dari sisa hasil usaha (SHU) tentu dibagikan kepada setiap anggota berdasarkan nilai partisipasi.

Koperasi dikelola secara profesional. Sarana transportasi pun ditingkatkan. Selain jukung yang dimiliki oleh masing-masing anggota, kini koperasi telah memiliki 3 speed boad yang memiliki kapasitas maksimal 20 penumpang tiap boad. Setiap boat dibeli dengan harga Rp 500 juta.

Upaya koperasi dalam memaksimalkan pelayanan membuahkan hasil. Setiap bulan koperasi melayani permintaan charter boat rata-rata 10 – 12 kali. Sekali charter, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore dipatok harga Rp 2,5 juta. Dengan demikian, pemasukan kotor koperasi dari jasa charter boat saja mencapai Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Selain jasa charter boat, koperasi juga menjual jasa wisata bahari lain seperti, selacar angin, jet ski, banana boat, glass bottom boat dan lain-lain.

Koperasi Bhuana Segara juga menjalankan jasa simpan – pinjam. Pinjaman biasanya debirikan kepada anggota untuk mengembangkan usaha lain. Usaha seperti membuat warung makan, kios souvenir, kios pakaian biasanya dilakoni oleh kaum perempuan, istri tukang jukung.

“Kebetulan sekarang ini kami belum memiliki lahan sendiri. Nanti kalau sudah ada tempat yang memadai, bila disetujui anggota, kami punya angan-angan untuk membuat toko yang menyediakan kebutuhan anggota. Lahan kantor saat ini merupakan pinjaman dari Desa Adat. Kami tidak membayar, sebab setiap minggu seluruh anggota koperasi bahu-membahu melaksanakan gotong royong membersihkan pantai,” ungkap Darpa mengakhiri obrolan.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon