Sabtu, 21 Juli 2012

Harapan di Tengah Hutan Bakau

Griya Kongco Dwipayana
Griya Kongco Dwipayana dibangun dengan berorientasi ke arah timur, yaitu menghadap ke laut Benoa. Dengan begitu semua orang yang datang ke sana, bersembahyang dan mengadakan pemujaan ke arah barat, menghadap ke arca dewa-dewa atau batara yang bersemayam. Selain di bagian depan, di sebelah kiri bangunan atau di sisi utaranya juga terdapat pintu masuk, dimana terletak halaman parkir kongco.

Komplek bangunan ini secara keseluruhan memiliki luas 900 meter. Uniknya di dalam kompleks kongco ini terdapat bangunan atau pura dalam skala keci. Terdapat pula bangunan tujuh dewi atau cik niu ma, selain itu juga terdapat dua buah wantilan atau bale pertemuan yang sengaja dibuat dua jumlahnya. Satu dibuat untuk melambangkan ciri-ciri kebudayaan Cina dan tepat disebelahnya dibuat dengan ciri setempat yaitu Bali. Bangunan-bangunan inilah yang membedakannya dengan yang lain dan membuatnya unik.

Adalah Atu Mangku Ida Bagus Adnyana menjadi orang terpilih mengabdikan seluruh waktunya untuk melayani pengunjung dan bertanggungjawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan Griya Kongco Dwipayana. Ditengah kesibukannya yang begitu padat Atu Mangku sempat menceritakan keinginannya untuk mengembangkan aktivitas Kongco pada bidang kesenian, kebudayaan dan pendidikan kerohaniahan.

Untuk itu beliau telah mengajukan permohonan tambahan penggunaan lahan pada Dinas Kehutanan. Untuk diketahui bahwa secara legal administratif seluruh pekarangan Griya Kongco Dwipayana saat ini statusnya masih menjadi lahan pinjaman dari Dinas Kehutanan. Bila permohonan perluasan penggunaan lahan nanti telah dikabulkan oleh pemerintah, Atu Mangku berencana membangun gedung sebagai wadah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan sosial yang dicita-citakan.

Menurut Atu Mangku, kegiatan Kongco tidak semata-mata hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi-fungsi sosial agar manusia dapat saling menghormati satu sama lain. Agar setiap orang sadar bahwa perbedaan adalah anugerah terindah. (SB)

Sumber Foto: BaliHolidayInfo

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon