Kamis, 05 Juli 2012

Arah Advokasi RTRWP Bali

Tags

Bali merupakan provinsi yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang memiliki daya dukung dan daya tampung terbatas. Jadi dibutuhkan sebuah pengkajian mendalam tentang daya dukung dan daya tampung tersebut yang berisikan kemampuan lingkungan (ekosistem) Bali untuk melayani kebutuhan hidup masyarakatnya.

Daya tampung dan daya dukung adalah perhitungan tentang berapa jumlah penduduk yang bisa ditampung pulau Bali tanpa merusak lingkungan, berapa jumlah wisatawan yang bisa ditampung tanpa menguras air dan membuat sampah berlebihan, berapa luas hutan optimal untuk menyangga lahan pertanian dan sistem air, dan lain-lain.

Perubahan iklim merupakan ancaman terbesar umat manusia di seluruh dunia, dampak terburuk akan dirasakan oleh pulau-pulau kecil karena naiknya permukaan air laut. Bali sebagai kawasan yang terdiri dari pulau-pulau kecil harus mampu mengatasi dampak perubahan iklim ini dengan jalan menyesuaikan diri dan mengurangi dampak yang disebabkan oleh aktifitas manusia.

Selain itu Bali juga membutuhkan langkah tanggap darurat bencana, karena berada dalam kawasan rawan bencana. Jadi Perda (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi) RTRWP Bali kedepan haruslah memberikan keamanan masyarakatnya dari ancaman dampak perubahan iklim dan bencana dengan pengelolaan yang khas pulau kecil.

Perda RTRWP Bali haruslah melindungi kawasan yang penting bagi kelangsungan hidup Bali. Menjaga kawasan yang berfungsi lindung di Bali seperti hutan, danau, gunung, pantai, laut hingga daerah aliran sungai. Karena kawasan ini merupakan kawasan yang penting untuk memberikan jasa lingkungan pada kehidupan manusia, seperti: air, udara bersih, pangan, bahan baku, rekreasi serta ritual.

Dalam Ranperda lama, skenario untuk mengatasi kemacetan dilakukan dengan jalan pengembangan jalan baru, padahal lahan di Bali sangat terbatas. Jadi, pembuatan jalan baru tidak akan menjawab akar permasalahan kemacetan yang disebabkan pemakaian kendaraan pribadi akibat ketiadaan angkutan massal. Maka yang terpenting untuk dilakukan untuk 20 tahun ke depan adalah mengembangkan sistem transportasi massal yang murah, layak dan aman, baik di darat maupun di air.

Selama ini difabel, pejalan kaki serta pengendara sepeda tidak dapat menikmati haknya atas ruang karena ruang ditata dengan pola yang tidak ramah bagai mereka. Perda RTRW yang baru ini haruslah memberikan sarana bagi mereka untuk menikmati ruang, misalnya penyediaan jalur bagi difabel, pengendara sepeda dan pejalan kaki, gedung pemerintah harus memberikan akses kepada difabel sehingga mereka juga bisa menikmati pelayanan publik.

Penataan ruang Bali juga diharapkan mengikuti kearifan lokal bernafaskan Tri Hita Karana, Sad Kertih yang telah dapat memberikan perlindungan bagi kelestarian fungsi-fungsi lingkungan hidup dalam melayani kebutuhan hidup masyarakat dalam melakukan penataan ruang.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon