Senin, 09 Juli 2012

Anak Tetap Ditahan Karena Tak Cukup Uang

Ilustrasi
Supardi Wahyudin, nama samaran,  (27) ialah kakak kandung Deni Hartawan alias Andi (samara) (16) pelaku yang dituduh membawa lari anak di bawah umur. Supardi mendampingi Andi sejak ditahan oleh penyidik Kepolisian Sektor Denpasar Selatan. Ia mengetahui betul detai-detail kejadian yang dialami oleh adiknya selama ditahan.

Menurut pengakuan Supardi, pihak keluarga pelapor telah membuat kesepakatan damai dan menandatangani berita acara pencabutan laporan di hadapan penyidik. Pada malam itu juga, usai menandatangani kesepakatan damai, Supardi bermaksud membawa pulang adiknya. Ia anggap urusan dengan cukup sampai di situ. Sayang, langkah kaki ia dan adiknya berhenti ketika penyidik mengatakan, “jangan pulang dulu. Siapkan uang pengganti kertas.”

Supardi telah menyiapkan uang sebesar 1 juta sebagai ucapan terimakasih pada penyidik. Penyidik meminta ditambah. Tiga hari kemudian Supardi berhasil mengumpulkan uang dengan cara meminjam. Jumlahnya 2,5 juta. Ia menghadap Kanit Reskrim untuk memohon kebijakan agar kasus yang menimpa adiknya cukup sampai di situ. Sebab pihak keluarga pelapor juga telah mencabut laporannya.

Ternyata, uang sebesar 2,5 juta yang disiapkan Supardi sebagai ucapan terimakasih mungkin masih dianggap kecil oleh Polisi. Hingga akhirnya polisi mengatakan bahwa kasus adiknya akan dilanjutkan sampai pengadilan.

Mendengar hal tersebut, Supardi dan adiknya yang tak mengerti sama sekali urusan hukum menjadi tertekan, gugup, dan tak tahu harus berbuat apa.

Menurut pengakuan Supardi, adiknya ditahan oleh penyidik kepolisian selama 30 hari. Kemudian dilimpahkan ke kejaksaan negeri. Pada saat dilimpahkan ke kejaksaan, Andik adiknya tak didampingi penasehat hukum. Supri mengaku, adiknya gugup dan tak bisa berpikir ketika dimintai keterangan oleh jaksa. Supri telah memberitahukan ke jaksa bahwa penasehat hukum adiknya dalam perjalanan. Namun, jaksa tidak menggubris dan terburu-buru meminta tandatangan Andi di atas sebuah kertas.

Penasehat hukum Andi telah meminta kepada jaksa agar Andik tak digabungkan dengan tahanan dewasa. Jaksa juga tak menggubris. Di ruang tahanan di kejaksaan Andik tetap digabung dengan tahan dewasa. Andi terlihat ketakutan.

Menurut pengakuan Supri, penasehat hukumnya juga meminta kepada jaksa agar tak membawa Andik ke LP Krobokan karena LP tersebut bukan LP anak. Akan tetapi, lagi-lagi permintaan tersebut tak dihiraukan oleh jaksa. Andik tetap dibawa ke LP Kerobokan.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon