Kamis, 05 Juli 2012

Aksi Hari Anti Korupsi 2009

Aksi Peringatan Hari Anti Korupsi
Momentum peringatan hari anti korupsi, tanggal 9 Desember 2009 dimanfaatkan oleh segenap komponen masyarakat sipil di berbagai pelosok tanah air untuk melakukan gerakan dengan beragam cara sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah.

Walhi Bali dan komponen masyarakat anti korupsi (MASAK) Bali pun turut ambil bagian dengan menggelar aksi di depan Monumen Bajra Sandi (Monumen Perjuangan Rakyat Bali) dan mendatangi Gedung DPRD Bali.

Pemberantasan korupsi sebagai salah satu amanat penting Reformasi 1998 belum dijalankan sepenuhnya. Darah, keringat dan air mata yang telah dikorbankan oleh segenap anak bangsa dalam memperjuangkan reformasi 1998 menjadi sia-sia karena pengingkaran yang dilakukan oleh penyelenggara negara. Buktinya! pemerintah tidak pernah serius melakukan memberantas korupsi.

Kenhancuran lingkungan hidup, penguasaan sumber daya alam oleh segelintir orang, dan pemanfaatan energi secara membabibuta juga sebagai akibat dari pemerintahan yang korup. Mereka (pemerintah dan kaum kapitalis) telah merongrong kedaulatan rakyat atas sumber daya alam. Mereka telah menzolimi kedaulatan rakyat atas sumber daya alam untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Walhi Bali sebagai kelompok gerakan masyarakat sipil yang memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup dan kedaulatan rakyat atas sumber daya alam, merasa tergerak untuk melakukan konsolidasi masyarakat sipil Bali dalam memperingati hari anti korupsi.

Kegiatan yang akan dilakukan adalah Aksi Demonstrasi sebagai metode kampanye anti Korupsi yang dilakukan di temapat – tempat umum guna mempengaruhi opini publik baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media massa.

”Kami memilih aksi demonstrasi sebagai metode gerak. Sebab kami masih meyakini metode ini sebagai cara yang cukup efektif dalam membangun opini publik,” ungkap Muammar Kaddafi selaku koordinator lapangan.

Massa aksi ditemui lansung oleh Ketua DPRD Bali, A.A. Ngurah Oka Ratmadi. Dalam kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh perwakilan organisasi untuk membeberkan berbagai kasus koropsi yang tak kunjung disentuh oleh aparat penegak hukum.

Beberapa kasus yang mecuat antara lain: kasus korupsi di Pemda Bangli yang menyebabkan terbunuhnya wartawan Prabangsa, kasus korupsi penjualan Vaksin Rabies, kasus korupsi Upah Pungut, kasus calo CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), dan kasus korupsis calo pengadaan barang di jajaran pemerintah daerah.

Massa aksi juga menuntut percepat pemeriksaan kepala daerah yang terindikasi korupsi, tanpa harus menunggu ijin presiden dan hal-hal yang menghambat proses penyidikan.

Estimasi massa yang ditargetkan awal 100 orang meningkat drastis mencapai 250 orang karena ada beberapa organ yang turut bergabung pada saat aksi berlangsung. Tambahan massa tersebut antara lain bersal dari: GMNI Denpasar, LMND Denpasar, dan para pengacara progresif yang tergabung dalam ASA (Agus Samijaya, SH) Law Office.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon