Minggu, 01 Januari 2012

Oase Sastra di Gurun Perang

Ilustrasi
Membayangkan sebuah negeri yang bernama Afganistan, tentu peperangan, pengungsian dan penduduknya yang porak-poranda akan melintas dalam benak.

Namun, bila kita menyelami lebih dalam sejarah peradaban Afganistan, di dalamnya mengandung mutiara kesusastraan yang monumental. Di sana telah lahir sastrawan-sastrawan terkemuka.

Nama besar Hakim Nasir Khosrow, yang menulis dalam bahasa Dari pada abad ke-5 M, misalnya. Kemudian nama besar Jalaludin Rumi, seorang penyair sufi (1207-1273). Di sana pula lahir Khoshal Khan Khattak, penyair sekaligus kepala suku yang menulis dalam bahasa Pashtun pada abad ke-17.

Buku kecil yang berisi kumpulan cerpen Afganistan yang diterjemahkan oleh Evi Novianti seakan menjadi oase karya sastra Afganistan. Setelah lama terkungkung dalam situasi yang serba tidak menentu akibat peperangan dan kerasnya sebuah rezim yang membatasi kebebasan berkarya, akhirnya letupan-letupan karya sastra mulai bermunculan. Zohra Saed, salah seorang penulis cerpen dalam buku ini mengungkapkan sebagai berikut :

“Kami menulis sebelum negeri kami hancur oleh perang. Kami menulis ketika datang serbuan dari Soviet dan kami harus meninggalkan negeri kami. Kami menulis di kemah-kemah pengungsian. Bab terakhir negeri kami adalah kehancuran atas nama perang melawan terorisme..”

Meskipun ukuran buku ini relatif kecil (17 Cm x 12 Cm), namun isinya cukup padat. Di dalamnya terdapat delapan buah cerpen. Setiap cerpen hampir selalu diwarnai oleh cerita kerinduan orang-orang Afgan pada sebuah negeri dimana mereka dapat menghirup udara kebebasan.

Salah satu cerpen yang berjudul “Ciuman di Tepi Sungai” yang ditulis oleh Farzad bahari, menggambarkan realitas pergaulan muda-mudi Afgan yang mulai glamor dan menonjolkan kebebasan bergaul. Karya-karya yang mulai dipublikasikan pasca jatuhnya rezim Taliban ini menjadi simbol kebebasan berekspresi dalam karya dan kebebasan pola pergaulan dalam bermasyarakat.

Judul Buku : Kumpulan Cerpen Afganistan - MATA YANG SETIAPenerjemah : Evi Novianti; Editor : Hasif Amini; Penerbit : akubaca; Tahun Terbit : September 2002; Tebal : 80 Halaman


Ilustrasi : forum.kompas.com

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon