Minggu, 12 Desember 2010

Tongkrongan Bikers Ala Cowboy

Bagian Loby Deus Bali
Jangan heran. Saat melintasi Jalan Batu Mejan No 8 Canggu Bali, Anda akan menjumpai sebuah bangunan unik. Bagunan klasik itu adalah gerai milik Deus Bali, yakni perpaduan antara bengkel, retail, restoran dan studio. Retail meyediakan pakaian, papan surfing, sepeda antik dan juga motor antik disain khas Deus.

Memasuki kawasan Deus Bali, serasa berda di kawasan cowboy. Seluruh bagunan didesain sedemikian rupa, hingga memancarkan nuansa tradisional tempo dulu. Show room dan restoran di bagian depan didominasi oleh papan-papan kayu dengan warna alam. Kantor dan studio di bagian tengah berhadap-hadapan, menyisakan halam kosong yang cukup luas. Di bagian belakang terdapat bengkel kerja, tempat modifikasi sepeda kayuh dan sepeda motor. Seluruh bagunan menggunakan ornamen tradisional.

Menurut Yuliawan, Executive Culinery Deus Bali, Deus hadir di Bali untuk memenuhi kebutuhan para bikers. Konsep dasar Deus dalam modifikasi sepeda kayuh maupun sepeda motor prinsipnya klasik dan simpel. Sepada menggunakan material ringan hingga nyaman dipakai untuk berolahraga. “Motor-motor yang kita modifikasi adalah motor legal yang beredar di Indonesia, dilengkapi dengan surat-surat resmi. Motor yang kami modifikasi mulai dari motor keluaran lama sampai dengan motor keluaran terbaru. Deus mengandalkan modifikasi dengan gaya simple, unik dan minimalis,” ungkap Adi disela-sela kesibukannya di gerai Deus.

Modifikasi digarap berdasarkan permintaan pemilik, namun tetap mengacu pada standart Deus. Besarnya biaya modifikasi relatif, tegantung kemampuan pemilik motor. Misalnya, Anda cuma punya budget 5 juta rupiah, pihak Deus akan memberikan alternatif apa saja yang bisa dimodifikasi berdasarkan budget tersebut. Suku cadang yang digunakan tergantung dari keinginan pemilik, mau yang lokal atau yang import, terserah. Bahkan ada yang sudah bawa suku cadang sendiri. Mengenai waktu pengerjaannya rata-rata sebulan, itu pun tergantung berapa persen yang dimodifiasai.

Kata Adi, Deus yang baru saja dibuka 4 Oktober 2010 lalu, baru dipromosikan dalam lingkup karyawan dan kalangan terbatas. Promosi keluar akan dilakukan tahun depan. “Promosi tetap dilakukan dalam skala kecil-kecilan dulu, misalanya melalui event dengan membuat undangan terbuka melalui panflet. Saat event berlangsung, seluruh produk kita di tampilkan di show room dengan harga diskon tentunya,” ucap Adi menambahkan.

Ditanya apa yang meyakinkan hingga berani berinvestasi dengan dana sebesar ini? “Para penggemar motor antik di Bali sangat besar. Selain itu, lokasi Deus yang berdekatan dengan Pantai Batu Bolong kerap disinggahi oleh para peselancar. Pangsa utama yang kita bidik adalah bikers dan surfer. Ketika mereka ingin makan dan minum sudah ada restoran, ketika mereka pengen belanja pakaian atau papan selancar sudah ada di show room,” jawab Adi.

Banyaknya komunitas modifikasi motor di Bali tak menyurutkan semangat Deus. Justeru beberpa komunitas bikers menjadi partner Deus. Begitu pula dalam hal disain, semua sengaja tidak dipatenkan. “Kemarin misalnya kita baru diundang oleh Komunitas Kuda Besi Bali. kita meletakan diri sebagai perusahaan modifikasi yang profesional. Dalam hal disain, justeru kalau ada yang tiru, kita bangga. Berarti orang banyak yang mengenal kita. Tugas kita tinggal mengembangkan. Makanya kita cukup berani untuk mempekerjakan tenaga profesional,” kata Adi mengakhiri perbincangan dengan Mudda.

(Tulisan dimuat di Majalah Bisnis M&I Vol. 12 Des 2010 – Jan 2011. Foto: dedet)

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon