Minggu, 12 Desember 2010

Menu Sexy Rasa Menggigit

Pengunjung Menorehkan Tanda Tangan 
Siang itu udara terasa pengap. Matahari garang menyengat kulit sejak tadi pagi. Kini langit tampak hitam, isyarat hujan akan turun. Bulir keringat bermunculan, penuhi jidat dan sekujur tubuh pelintas Jalan Thamrin, Denpasar, termasuk saya yang sedang melakukan reportase di Pasar Badung.

Saya memasuki sebuah depot sederhana untuk mengisi perut yang sudah mulai berontak, minta diisi. Terdapat tulisan “Depot Bebek Legit” di atas spanduk yang tergantung di depan.

Pesanan bebek goreng dan sayur asam belum datang. Dinding-dinding tembok depot seolah menjadi magnet, menarik pandangan mata saya. Depot Bebek Legit tak seperti depot atau rumah makan umumnya. Di sini, tembok putih penuh dengan coretan.

Ada tulisan nama, tanda tangan, kesan, tanggal kunjungan bahkan terdapat foto. Bahasa yang digunakan pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan bahsa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa daerah juga terdapat tulisan dengan menggunakan aksara Jepang dan Cina.

Pesanan telah tiba. Coretan dinding mengundung hasrat bertanya, tapi hasrat perut keroncongan tak bisa kompromi. Daftar pertanyaan akan menjadi menu selanjutnya. Hmmm… nasi bebek goreng ditambah sayur asam benar-benar memenuhi hasrat saya. Terasa pas di lidah.

Saya iseng melirik daftar menu yang tergelatk di ujung meja sembari menikmati es jeruk. Ups! ternyata menu yang saya pesan tadi merupakan menu spesial. Di sana tertera tulisan “Bebek Sexy”. Saat memesan, Mudda memang tak begitu cermat memperhatikan.

Saya mengeluarkan kamera dalam tas hitam berisi khusus properti liputan. Setip sudut tak ada yang lewat dari bidikan lensa kamera. Ibu Lili, pemilik Depot Bebek Legit merasa aneh dengan tingkah Saya yang langsung main jeprat-jepret. Ia datang menghampiri saya. Saya memperkenalkan diri. Mulai saat itu kami menjadi akrab. Pembicaraan semakin hangat dengan keramahan Ibu Lili.

“Sejak kecil hingga sekarang, saya ini orang yang senang nyoba segala jenis makanan. Saat bepergian ke suatu tempat, pertama yang saya cari pasti makanan khas setempat. Makanya saya tidak pernah belajar khusus memasak. Saya hanya lebih rajin mencoba resep baru dengan racikan-racikan yang saya nyiptain sendiri. Dari proses coba-coba tersebut, tak sengaja saya menemukan racikan bebek sexy ini,” tutur wanita asal Malang ini.

Menurut Bu Lili, nama bebek sexy sendiri sebagai ekspresi untuk menggambarkan rasa di dalam daging bebek yang telah dibumbui resep racikannya. Pesona bebek sexy Bu Lili telah menggetarkan lidah para penikmat kuliner, baik lokal Bali maupun luar Bali.

Tak sampai di situ saja, aromanya pun telah menggoda selera para wisatawan dari berbagai belahan benua yang melancong ke Bali. Itu pula yang menjadi cikal-bakal kenapa ada banyak coretan di dinding.

“Waktu itu ada wisatawan Jepang yang mampir kemari untuk menikmati menu spesial kami. Ia ingin sekali mengungkapkan ekspresi kepuasannya. Ingin menuliskan sesuatu, tetapi kami belum punya persiapan khusus.

Spontan saya mengeluarkan spidol, lalu meminta dia untuk menulis di dinding. Sejak saat itu, setiap tamu yang ingin meninggalkan kesan, boleh membuat coretan di dinding,” ujar wanita tengah baya ini menuntaskan rasa penasaran Mudda.

Selain menu utama bebek sexy, Depot Bebek Legit juga menyediakan menu lain sebagai alternatif. Ada Bebek Goreng, Bebek Bakar, Ayam Goreng, Ayam Bakar, Iga Bakar, Sop Buntut, Sayur Asam, dll.

“Silahkan, Mas. Tulisakan sesuatu di dinding sebelum pulang,” kata Bu Lili. “Kaddafi” begitu goresan yang ditinggalkan di dinding sebelum Saya meninggalkan tempat. Pengen coba yang sexy? Datang saja ke Depot Bebek Legit di Jalan Thamrin No. 63 Denpasar.

(Tulisan dimuat di Majalah Bisnis M&I Vol. 12 Des 2010 – Jan 2011)

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon