Jumat, 17 September 2010

Pengunjung Kongco Dwipayana

Ummat Budha melakukan persembahyangan di Griya Kongco Dwipayana
Griya Kongco Dwipayana tidak hanya dikunjungi oleh orang-orang Cina sebagai pendukung utamanya, tetapi penduduk lokal, dalam hal ini orang-orang Bali, juga datang bersembahyang secara rutin.

Arsitektur dan konsep bangunannya yang campur dengan unsur Bali sangatlah khas. Dua kebudayaan yang saling mempengaruhi ini melahirkan fenomena-fenomena unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain.

Selama ini orang Cina bersama orang Bali terbiasa melakukan persembahyangan di dalam kongco ini, memuja dewa-dewi yang sama, menggunakan sarana persembahyangan bersama, serta melakukan ritual atau upacara-upacara yang sama pula sehingga hal tersebut sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut Atu Mangku, setiap orang yang memasuki wilayah ini tidak memiliki rasa perbedaan lagi, karena pada dasarnya semua mahluk adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memuja Tuhan.

Kesakralan dan kekuatan tempat ini tidak diragukan lagi baik oleh para pengunjungnya yang berasal dari dalam maupun luar negeri, etnis Cina maupun Etnis Bali, karena sudah banyak yang diberi petunjuk tentang masalah-masalah berat yang menimpa diri seseorang.

Orang-orang yang mengunjungi Kongco Dwipayana datang dari berbagai macam kelompok etnik dengan latar belakang kepercayaan yang berbeda-beda seperti; Lombok, Medan, Sinkawang Kalimantan dan yang paling banyak adalah orang-orang Hindu – Bali sebagai penduduk lokal dan tentu saja orang-orang Cina.

Sebenarnya orang Cina yang memeluk agama lain juga datang bersembahyang di kongco ini, walaupun tidak sebanyak orang Cina yang beragama Budha, Khong Hucu atau Tri Dharma. Pada dasarnya setiap orang yang bersembahyang disini menyampaikan permohonan keselamatan yang beragam sesuai dengan kepentingan dan keinginan masing-masing.

Seorang kepala rumah tangga misalnya, biasanya akan berdoa untuk keselamatan rumah tangganya, seorang pengusaha akan memohon keselamatan dalam usaha bisnisnya, anak-anak berdoa memohon keselamatan mereka agar selalu dilindungi, seorang pelajar atau mahasiswa bersembahyang untuk keselamatan dan kelancaran dalam bidang pelajaran, dan memperoleh ketenangan batin.

Selain keselamatan, pengunjung juga memohon kesehatan dan kesembuhan. Menurut Atu Mangku, sudah banyak orang yang memperoleh kesembuhan. Memang dewa utama di kongco ini adalah dewa pengobatan dan Ida Bhatara Hyang Niang Lingsir adalah dewi keselamatan dan kemakmuran bagi masyarakat sekitar, yaitu bagi orang Cina maupun orang Bali yang bermukim di sekitar kongco.

Tulisan pernah dimuat di Majalah PMSTI Bali, 2009.

Comments
0 Comments

Terimakasih telah berkomentar di Blog saya. Setiap kata yang sobat tinggalkan adalah jejak pencerahan peradaban. Jabat erat.
EmoticonEmoticon